Astra Babagi Sareng Bangsa

Kamis 20 Feb 2014, 10 : 22 pm
by

BANDUNG-Grup Astra Bandung menyelenggarakan acara Astra Babagi Sareng Bangsa sebagai salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan sekitar Astra Biz Center, Bandung dalam rangkaian peringatan HUT ke-57 Astra. Selain dihadiri karyawan dan kepala cabang Grup Astra di wilayah Bandung, hadir juga Istri Walikota Bandung Atalia Kamil dan Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi yang bersama-sama meresmikan lubang biopori ke-57 dalam rangkaian pembuatan 100 lubang biopori.

Menurut Aloysius Budi, kegiatan yang dilaksanakan dalam acara ini mewakili empat pilar yang menjadi fokus CSR Astra di bidang pendidikan, lingkungan, Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan digelar English Class & Pengenalan Perbankan untuk 200 orang siswa SDN Mengger dan SD BPI Bandung, training mekanik dengan peserta 50 orang siswa SMKN 6 Bandung dan kampanye keselamatan dalam berkendara serta simulasi safety riding. Kemudian pembuatan 100 lubang biopori menjadi kegiatan dalam bidang lingkungan. Dalam bidang pemberdayaan UKM diadakan Servis HP gratis dari kelompok binaan Astra. Lalu di bidang kesehatan diadakan pelayanan kesehatan gratis melalui Mobil Kesehatan Astra (MOKESA). “Semua kegiatan dapat dinikmati tanpa dipungut biaya apapun bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya,” jelasnya di Bandung, Kamis (20/2).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Airin Diany Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Stasiun Rawa Buntu

TANGERANG-Sejumlah petugas gabungan TNI Polri melakukan penyemprotan cairan disinfektan di

Kebijakan Ekonomi Tidak Berbasis Resources Base

JAKARTA- Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Eugenia Mardanugraha meminta pemerintah membuat