Bahlil: Rp 700 Triliun FDI Antri Masuk Indonesia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bersama Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan animo investor asing masuk ke Indonesia tidak menurun.

Saat ini, sebanyak Rp 700 triliun investasi siap antri masuk ke Indonesia. Hanya saja, investasi itu terkendala berbagai masalah domestik.

“Animo investor masuk ke negara kita tidak menurun. Sangat tinggi,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta.

Bahlil mengatakan, nilai investasi tersebut dalam bentuk investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment(FDI).

“FDI ini sudah didepan pintu. Tapi tidak bisa masuk dan berinvestasi ke dalam negeri. Sebab masalah-masalah sepele dan klasik, berputar-putar, izin-izin, rekomendasi, regulasi perpajakan, dan ketersediaan lahan,” ucap Bahlil.

Bahlil menambahkan, saat ini sebanyak 24 perusahaan siap berinvestasi sebesar Rp 700 triliun ke Indonesia. Perusahaan tersebut siap masuk ke berbagai sektor usaha.

Baca :  Sosialisasi Omnibus Law Harus Cepat Agar Investor Masuk ke Daerah

Hanya saja, investasi tersebut hanya berakhir pada level komitmen. Sebab, hambatan berinvestasi di Indonesia terlalu besar.

“Dengan rumitnya regulasi sektoral, berbelit-belit membuat banyak investor ini balik badan kembali ke negaranya masing-masing. Dia bertahun-tahun susah dapat selembar surat. Jangankan pengusaha luar, investor dalam negeri pun bisa lari,” ucap Bahlil.

Sebab itu, Bahlil mengatakan, BKPM akan fokus membenahi persoalan domestik. “Promosi tetap jalan. Tetapi kita selesaikan yang antri masuk juga banyak. Ini saja belum bisa kita tangani. Kita akan benahi soal kewenangan perizinan sektoral, perpajakan, dan pengadaan lahan. Kita juga akan selesaikan masalah koordinasi di daerah,” ucap Bahlil.

Bahlil mengatakan, pihaknya tak ingin melihat investor yang dipersulit di berbagai lembaga atau didaerah.

Baca :  Jelang MEA, BKPM Promosikan Sektor Farmasi ke Investor

“Bila perlu sejak turun pesawat, investor sudah kita tenteng. Ada yang dampingi sampai jadi buat perusahaan di sini,” ucap Bahlil.

Karena itu, dalam waktu dekat akan ada terobosan kebijakan baru guna mempercepat pelayanan kepada investor, selain akan dilayani oleh Satgas percepatan investasi BPKM.