Bambang-Said Janjikan Kartu Jempol Warga Miskin

Bambang DH-MH Said Abdullah

PROBOLINGGO-Calon Cawagub Jawa Timur, Said Abdullah, melakukan silaturahmi dengan ratusan abang becak beserta isteri di Jalan Sunan Bonang Kelurahan  Jrebeng Wetan Kecamatan Kedopok.

Tak sekedar ingin menyapa warga, Said Abdullah, memberikan kesempatan abang becak beserta isteri untuk menyampaikan keinginan dan harapannya.

Dengan logat asli Maduranya, ia mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangannya untuk mensosialisasikan dirinya maju sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi calon Gubernur Bambang Dwi Hartono. 

“Tidak perlu sungkan dan malu. Niat kami datang kesini bersilaturrohim dan mencari dukungan untuk maju sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Bambang Dwi Hartono, sebagai calon Gubernur Jawa Timur, di Pilgub Jawa Timur, 29 Agustus mendatang,”ujar Said Abdullah, disambut antusias abang becak beserta isteri.

Baca :  Said Abdullah: Sosok Sosialis Yang Humanis

Tak lama kemudian, Sumiati (45) perwakilan isteri abang becak di Kelurahan Jrebeng Wetan Kota Probolinggo, mengeluhkan banyaknya warga yang tinggal disekitarnya tidak mau mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diberikan pemerintah.

“Kepinginnya cepat mengurus, tapi warga masih malu untuk mengurusnya,” ucapnya.

Cawagub Said Abdullah langsung merespon keluhan warga. Ia berharap agar warga tak lagi malu untuk mengurus SKTM yang sudah menjadi haknya.

Karena pemerintah sudah menyediakan anggaran, seperti Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pada siswa melalui pihak sekolah.

“Jangan malu ibu, itu sudah menjadi hak untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Nanti, kalau saya mendapat amanah dan terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Bambang Dwi Hartono akan saya lakukann perbaikan dengan sentuhan program yang lain, seperti Kartu Jempol warga miskin,”tandas Said Abdullah.

Baca :  Bambang-Said Terus Sosialisasikan Pro Semar

Menurutnya, gagasan program Kartu Jempol untuk warga miskin itu sudah direncanakan semenjak menjadi anggota Komisi VIII DPR RI hingga duduk di Badan Anggaran (Banggar).

Apalagi program tersebut, lanjut Said Abdullah, akan jauh lebih baik dari program BOS. Sebab, segala kebutuhan anak sekolah akan terpenuhi, seperti baju seragam, buku, alat tulis, dan sebagainya. 

“Satu anak akan membutuhkan anggaran lebih dari Rp. 1 juta pertahun. Insyaallah, kalau saya terpilih dan diberi amanah untuk memimpin Jawa Timur, program Kartu Jempol Warga Miskin akan segera direalisasikan,”pungkasnya.