Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp743 Miliar

JAKARTA-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk pada triwulan III-2014 membukukan laba bersih sebesar Rp742,89 miliar atau tumbuh 9,08 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp681,07 miliar.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto,mengatakan, peningkatan laba tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar Rp26,09 triliun atau tumbuh 21,18 persen dibandingkan September 2013 yang tercatat sebesar Rp21,52 triliun. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa kami selalu mengupayakan pertumbuhan dalam ekspansi kredit,” ujar Hadi saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/10).

Sementara itu kata Hadi, penyaluran kredit pada kuartal ketiga mencatat pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit komersial sebesar Rp5,61 triliun atau naik 28,76 persen. “Untuk meningkatkan kinerja sebaik mungkin, kami harus jeli melihat peluang yang ada. Ekspansi di sektor mikro merupakan peluang yang paling terbuka di Jawa Timur,” katanya.

Setelah itu, pertumbuhan tertinggi lainnya yakni kredit konsumer sebesar Rp16,22 triliun atau naik 19,58 persen, kemudian diikuti kredit UMKM Rp4,33 triliun atau naik 17,71 persen.

Pendapatan bunga Bank Jatim juga tercatat sebesar Rp2,93 triliun atau naik 22,72 persen dibandingkan periode sama pada 2013. “Laba sebelum pajak hingga Kuartal III-2014 sebesar Rp1,05 triliun atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode yang sama di 2013,” jelasnya.

Sementara itu, kata dia, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp35,7 triliun atau meningkat 24,54 persen, sedangkan penyaluran kredit Rp26,09 triliun atau naik 21,18 persen (y-o-y). “Pendapatan bunga sebesar Rp2,93 triliun, ada kenaikan 22,72 persen (y-o-y),” ucap Hadi.

Dia merincikan, hingga kuartal ketiga tahun ini, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20,29 persen, return on asset (RoA) sebesar 3,65 persen, return on equity (RoE) 20,13 persen. Sedangkan, net interest margin sebesar 7,07 persen dan BOPO mencapai 68,46 persen. “CASA rasio Bank Jatim pada periode September 2014 tercatat di angka 68,27 persen. Ini menunjukkan Bank Jatim lebih banyak mengelola dana murah dalam pengumpulan DPK untuk meningkatkan laba,” papar Hadi.

Hadi menuturkan, pertumbuhan kinerja keuangan yang dicatatkan pihaknya tidak terlepas dari ekspansi jaringan kantor yang juga terus bertambah sampai ke daerah-daerah di seluruh Jawa Timur dan sebagian lainnya di Jakarta.

Hadi mengatakan, ke depan perseroan akan melakukan ekspansi jaringan kantor dan ekspansi di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Saat ini perusahaan memiliki unit mikro di tujuh kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Mojokerto, Kediri, Gresik dan Malang. “Ekspansi di sektor mikro merupakan peluang terbuka di Jawa Timur, fokus di segmen ini akan memberi dampak positif bagi kinerja perusahaan kedepan,” tambahnya.

Penyaluran kredit UMKM sendiri telah tumbuh 17,71 persen menjadi Rp 4,33 triliun melalui kredit perumahan rakyat dan kredit pundi kencana. Hingga September 2014, jaringan kantor Bank Jatim telah mencapai 1.132 titik layanan.