Bawaslu Tangsel Pertanyakan Hasil Coklit

Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep, di BSD Serpong, Tangerang Selatan, Minggu 20 Januari 2020

TANGERANG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan, mempertanyakan hasil penetapan pleno rapat terbuka Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diperoleh dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) beberapa waktu lalu. 

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum Tangerang Selatan (KPU) menetapkan sebanyak 924.602 masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). 

Sementara berdasarkan data milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel, per 13 September kemarin, sebanyak 1.003.182 warga Tangsel, sudah melakukan perekaman KTP el. 

Artinya, ada kehilangan data sebanyak 78.580 pemilih.

“Pertanyaan kami, apakah PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) ini benar-benar bekerja untuk mencoklit. Karena faktanya ada selisih perbedaan data pemilih,” tegas Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep dikonfirmasi Kamis 17 September 2020.

Acep berharap, KPU Tangsel segera melakukan penyesuaian atau perbaikan DPS tersebut.

Jika tidak, maka akan menghambat pelaksanaan Pilkada 2020. 

Menurut Acep, dalam teori DPT, pemilih merupakan orang yang memiliki KTP-el. Dimana, Disdukcapil per September 2020 merilis bahwa ada 1.003.182 data yang wajib KTP-El.

Dengan begitu terdapat selisih puluhan ribu data.

Mengetahui hal ini, Bawaslu memintah keterangan dari KPU terkait dengan selisih yang menyangkut ribuan data tersebut.

”Karena KPU tidak memberikan data By Name By Address, makanya kami melihat angka yang muncul dalam Rapat Pleno tersebut,” kata dia.

Bawaslu mempertanyakan, dimana rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu RI mencapai satu juta lebih data.

Sementara yang berhasil didata oleh PPDP dalam proses pencoklitan hanya mencapai  924.602. 

”Melihat data, ini masih sangat jauh dari data yang dimiliki oleh Disdukcapil apalagi hasil rekomendasi KPU RI,” ujar Acep.

Acep menyayangkan bahwa KPU belum maksimal dalam melakukan tugasnya pada tahapan pencoklitan.

Sehingga dia berharap penyelenggara melakukan evaluasi terhadap selisih mencolok dari data pemilih tersebut.

Sementara berdasarkan data penduduk wajib KTP milik Disdukcapil Kota Tangsel, per 13 September 2020.

Menyebutkan sebanyak 1.003.182 warga Tangsel wajib ber KTP.

Dari jumlah itu, 984.029 sudah melakukan perekaman dan 19.153 belum melakukan perekaman.