BBTN Batal Akuisisi Bank Muamalat, Ini Penjelasan Ekonom dan Legislatif

Tuesday 2 Jul 2024, 6 : 34 pm
by
Ekonom Senior, Ryan Kiryanto

JAKARTA – Rencana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dikabarkan batal, namun kondisi ini dipandang positif karena manajemen BTN bisa lebih obyektif dan berhati-hati dalam menilai manfaat dari akuisisi tersebut.

Menurut ekonom senior Ryan Kiryanto dalam keterangannya yang dilansir di Jakarta, Selasa (2/7), kabar batalnya upaya BBTN untuk mengakuisisi Bank Muamalat merupakan hal yang wajar dalam proses negosiasi, terlebih lagi aksi korporasi memerlukan banyak pertimbangan.

“Beberapa pertimbangannya, seperti nilai tambah setelah aksi korporasi dilakukan, visi dan misi hingga kesepakatan harga jual-beli yang dinilai cocok untuk kedua belah pihak,” ujar Ryan.

Lebih lanjut dia mengatakan, secara teoritis, perusahaan yang akan mengakuisisi perusahaan lain karena ingin mengejar value.

Baca juga :  Cadangan Devisa Indonesia Capai US$ 144 Miliar pada Februari 2024

“Seperti diibaratkan, satu ditambah satu bisa menjadi lebih dari dua. Jika dari hasil akuisisi-merger, satu ditambah satu hasilnya tetap dua, artinya aksi akuisisi-merger tidak memberikan nilai tambah”.

Ryan menyampaikan, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat meraih nilai tambah, seperti mengakuisisi perusahaan yang sehat agar bisa mencapai pertumbuhan agresif. “Atau akuisisi perusahaan kurang sehat untuk diperbaiki dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Pastinya untuk beli perusahaan kurang sehat, harganya akan lebih murah,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Kemenperin Fokus Substitusi Impor di Sektor Industri Kimia

JAKARTA-Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri kimia adalah salah

Sektor Pembiayaan BNI Syariah Naik 39,7%

JAKARTA-PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah menyatakan sektor pembiayaan naik