Beban Melonjak, Laba LINK di Kuartal Pertama Turun Jadi Rp197,7 Miliar

Photo ilustrasi

JAKARTA-PT Link Net Tbk (LINK) sepanjang Kuartal I-2020, mencatatkan laba bersih senilai Rp197,7 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama di 2019 yang sebesar Rp264,2 miliar.

Penurunan laba ini dipengaruhi oleh peningkatan beban pokok pendapatan dan beban usaha.

Berdasarkan keterbukaan informasi LINK yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6), jumlah pendapatan Link Net selama tiga bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan menjadi Rp958,99 miliar dari Rp891,48 miliar pada periode yang sama di 2019.

Namun pada Kuartal I-2020, LINK mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp210,8 miliar dari Rp156,75 miliar di Kuartal I-2019.

Selain itu, pada tiga bulan pertama tahun ini juga terjadi peningkatan beban penjualan menjadi Rp91,02 miliar dari Rp62,61 miliar.

Baca :  BEI: Investor Tunggu Kepastian Koalisi

Beban umum dan administrasi LINK di Kuartal I-2020 pun meningkat menjadi Rp141,33 miliar, beban penyusutan meningkat menjadi Rp198 miliar dan beban amortisasi meningkat menjadi Rp10,61 miliar.

Sehingga, pada kuartal pertama tahun ini jumlah laba usaha tercatat Rp307,06 miliar atau lebih rendah dibanding kuartal pertama setahun sebelumnya yang mencapai Rp348,83 miliar.

Sementara itu, beban keuangan LINK selama tiga bulan pertama di 2020 mengalami peningkatan menjadi Rp44,85 miliar, padahal di periode yang sama setahun lalu hanya senilai Rp1,16 miliar.

Dengan penghasilan keuangan di Kuartal I-2020 hanya senilai Rp1,7 miliar, maka laba sebelum pajak LINK di Kuartal I-2020 tercatat Rp263,91 miliar atau lebih rendah dibanding Kuartal I-2019 sebesar Rp351,57 miliar.

Baca :  Laba Bersih SOCI di Kuartal-I Turun Jadi USD97,95 Ribu

Adapun beban pajak LINK di kuartal pertama tahun ini senilai Rp66,21 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp87,37 miliar.

Per 31 Maret 2020, jumlah liabilitas LINK tercatat meningkat menjadi Rp2,36 triliun dari posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp2 triliun, sedangkan jumlah ekuitas per akhir Maret 2020 menurun menjadi Rp4,55 miliar dari Rp4,65 triliun pada akhir Desember 2019.

Sehingga, total aset LINK per 31 Maret 2020 tercatat sebesar Rp6,91 triliun atau lebih besar dari posisi per 31 Desember 2019 senilai Rp6,65 triliun.