BEJO TALK: Pariwisata DIY Beri Multipliereffect Terhadap Aktivitas Ekonomi

Dari kiri ke kanan: Jimmy Parjiman (Kepala OJK DIY), Ronny Sugiantoro (Moderator) dan Hilman Tisnawan (Kepala BI DIY)

YOGYAKARTA- Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan mengatakan kegiatan pariwisata DIY memiliki efek pengganda (multipliereffect) yang signifikan terhadap akvitas perekonomian.

Berdasarkan data, kontribusi kegiatan pariwisata dan pendidikan maupun sub-sektor pendukungnya berkontribusi 64,6% dari PDRB pada tahun 2019.

“Kondisi pelaku pariwisata DIY sampai bulan Juni 2020 mayoritas beroperasi terbatas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegas Hilman Tisnawan dalam diskusi BEJO TALK (Berbagi Isu Ekonomi Jogja TALK) dengan topik “Menuju Pemulihan Ekonomi DIY”.

Kegiatan terebut hasil kerjasama ISEI DIY, Kantor Perwakilan BI DIY, OJK DIY dan KADIN DIY.

Selain Hilman Tisnawan, diskusi terbatas dihadiri oleh 10 peserta dengan narasumber Kepala OJK DIY, Jimmy Parjiman.

Baca :  JERCovid-19: Penerapan “New Normal” Harus Melalui Kajian Komprehensif

Sebagai penanggap Y. Sri Susilo dan Rudy Badrudin (ISEI DIY), Ahmad Ma’ruf (Tenaga Ahli Parampara Praja DIY), Wawan Harmawan, Gonang Juliastono (KADIN DIY), Robby Kusumaharta dan Moris Hutapea (Pengusaha).

Hadir pula, Amirullah Setya Hardi dan Tim Apriyanto (JERCovid-19).

Menurut Hilman, Pemda DIY harus dapat mengoptimalkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan dana PEN sebesar Rp 397,6 triliun untuk kepentingan kesehatan, perlindungan sosial, sektoral, kementerian/lembaga dan pemda (public goods).

Untuk UMKM, Korporasi, Non-UMKM, non-public goods lainnya sebesar Rp 505,6 triliun.

“Untuk mempercepat pemulihan ekonomi DIY diperlukan bauran kebijakan stimulus untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha prioritas melalui sektor keuangan”, jelas Jimmy Parjiman.

Baca :  Tahun 2020, Kemenperin Bidik Industri Tumbuh 5,3%

Menurut Jimmy, industri jasa keuangan akan didorong untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif yang memiliki efek pengganda yang tinggi dan padat karya.

Sektor-sektor yang diperkirakan tidak terlalu terpengaruh oleh Pandemi diperkirakan masih membutuhkan pendanaan dengan level risiko yang manageable.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada sektor yang menyerap banyak tenaga kerja yang memiliki efek pengganda yang tinggi.

Secara umum para penanggap setuju atau sependapat dengan narasumber Hilman Tisnawan dan Jimmy Parjiman.

Namun ada beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, implementasi kebijakan stimulus dan PEN harus dipastikan dapat dinikmati secara nyata oleh pelaku ekonomi di DIY.

Kedua, pemda berserta BI dan OJK didukung oleh pemangku kepentingan (perguruan tinggi, asosiasi pengusaha/industri, dan profesi, pelaku usaha dan media massa) harus memastikan implementasi kebijakan stimulus dan PEN dengan baik.

Baca :  "Helicopter Money"

Ketiga, diperlukan “terobosan yang luar biasa” agar kebijakan stimulus dan kebijakan lain dari pemda dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi di DIY.

Keempat, fungsi media massa harus dioptimalkan untuk mengawal dan menginformasikan implementasi kebijakan pemulihaan ekonomi.

Forum diskusi “BEJO TALK” diagendakan secara rutin setidaknya sebulan sekali.

“Hasil dari BEJO TALK akan direkomendasikan kepada Pemda DIY dan pihak terkait, dengan harapan upaya pemulihan ekonomi di DIY dapat bergerak dengan cepat”, harapan Y. Sri Susilo (Sekretaris ISEI Jogja/TA Parampara Praja DIY).