BEKS Berharap Aksi Reverse Stock Bisa Sukses Dukung Rencana Tambah Modal

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk

JAKARTA-PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) berharap aksi penggabungan nilai saham (reverse stock split) bisa sukses mendukung rencana penambahan modal dengan menerbitkan saham baru yang dikeluarkan melalui Penawaran Umum Terbatas VI (PUT VI) dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue.

“Pelaksanaan reverse stock diharapkan perseroan untuk memenuhi persyaratan peraturan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi satu rangkaian aksi korporasi dengan PUT VI serta merupakan langkah yang harus dilakukan,” demikian disebutkan manajemen BEKS dalam materi Public Expose Insidentil yang akan digelar di Jakarta, Selasa (29/9).

Perlu diketahui, rencana BEKS untuk melakukan aksi korporasi reverse stock merupakan satu rangkaian dengan rencana aksi korporasi penambahan modal melalui PUT VI dan rights issue.

Baca :  Demand Rendah, Pemerintah Diminta Jangan Paksa OJK dan Bank Tumbuhkan Kredit

Adapun rasio reverse stock tersebut adalah, setiap sepuluh saham lama menjadi satu saham, sehingga saham BEKS yang saat ini senilai Rp50 bisa Rp500.

Manajemen BEKS mengaku, aksi reverse stock tidak akan mempengaruhi dan tidak mengubah struktur permodalan maupun pemegang saham. 

Hal ini terefleksi dari nilai modal ditempatkan dan disetor penuh tetap sama, yakni Rp2,04 triliun. 

Kepemilikan saham pengendali juga tetap sama, yaitu sebesar 51 persen dimiliki PT Banten Global Development.

Dampak lain dari aksi reverse stock juga akan meningkatkan harga saham BEKS dari Rp50 menjadi Rp500 per lembar, namun jumlah saham yang dimiliki tentunya juga akan berubah secara proporsional, yaitu dari 1.000 lembar menjadi 100 lembar, tetapi tidak mengubah nilai absolutnya.

Baca :  Semester I-2020, Laba MNCN Turun Jadi Rp956,2 Miliar

Aksi korporasi PUT VI akan mempengaruhi struktur permodalan dan pemegang saham, jika hanya Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang mengeksekusi HMETD.

Efek dilusi dapat terjadi sebesar 90 persen, sehingga kepemilikan Banten Global Development akan berubah dari 51 persen menjadi 91,61 persen dan estimasi nilai kapitalisasi pasar juga mengalami perubahan.

Nilai estimasi penambahan modal dari PUT VI senilai Rp1,55 triliun-Rp3,04 triliun.

Dampak PUT VI terhadap harga saham Bank Banten adalah nilai valuasi PBV BEKS mengalami normalisasi atau menurun dari sebelum rights issue di angka 6,19x menjadi 0,96x hingga 1,79x pasca rights issue.

“Nilai ini dinilai positif, karena mendekati PBV industri di angka 1,32x-1,72x,” demikian disebutkan manajemen BEKS.

Nilai valuasi tersebut sangat bergantung pada keberhasilan eksekusi dari aksi korporasi pasca reverse stock yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja BEKS.

Baca :  Produksi MDKA Bakal Tertunda Akibat Insiden Proyek Tujuh Bukit

Pergeseran angka realisasi yang lebih rendah dari yang diproyeksikan dan faktor-faktor negatif lainnya bisa menyebabkan perubahan penurunan nilai indikasi valuasi BEKS di masa mendatang.