BI Siapkan Lima Strategi Dorong Ekonomi Syariah

Gubernur BI, Agus Martowardoyo/dok antara

JAKARTA-Prospek ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin cerah. Meskipun demikian, industri keuangan syariah tidak dapat dibiarkan berkembang sendiri sehingga perlu didorong dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah dan otoritas terkait. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo pada acara peluncuran Islamic Finance Country Report for Indonesia di Jakarta, Jumat (11/3).

Menurutnya, industri keuangan syariah memiliki peluang yang besar untuk tumbuh di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Kondisi makroekonomi juga terus membaik di tengah tekanan ekonomi global. Layanan industri keuangan syariah juga semakin beragam. Namun demikian, industry keuangan syariah ini perlu didorong dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah dan otoritas terkait.

Baca :  PKS: Lindungi Masyarakat dari Rentenir Online

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Islamic Research and Training Institute – Islamic Development Bank (IRTI – IDB) dengan mengambil tema Prospect for the Exponential Growth tersebut, Gubernur BI menyampaikan 5 strategi utama.

Pertama, mendorong inovasi instrumen likuiditas dan keuangan syariah dalam semangat pendalaman pasar keuangan syariah. Upaya pendalaman pasar keuangan syariah juga didukung oleh penerbitan aturan terkait transaksi hedging syariah yang mendukung efisiensi pasar dan pengelolaan volatilitas.

Kedua, peningkatan sumber daya insani dengan memperkuat kompetensi dan pengetahuan sumber daya manusia di industri keuangan syariah dalam rangka mengoptimalkan alokasi sumber daya.

Ketiga, memperkuat kerangka kebijakan dan kerangka pengawasan terintegrasi dari ekonomi dan keuangan syariah. Koordinasi menjadi kunci utama, dimana otoritas terkait didorong untuk menyampaikan pandangan yang membangun dalam pengembangan produk untuk instrumen pasar keuangan syariah dan juga harmonisasi regulasi lintas sektor keuangan maupun sektor sosial.

Baca :  Target Pertumbuhan Kredit Diminta Sesuai Arahan OJK

Keempat, membangun struktur industri yang efisien dengan partisipasi aktif dalam formulasi arsitektur sistem keuangan syariah yang efisien, mendorong pasar untuk pengembangan sektor riil melalui formulasi model pembiayaan syariah yang optimal, dan merancang sistem informasi Islamic Economic Super Corridor.

Dan Kelima, membangun aliansi strategis dengan stakeholder terkait untuk terus meningkatkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. “Untuk memastikan keberhasilan implementasi lima strategi dimaksud, Bank Indonesia secara proaktif akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah, otoritas dan lembaga internasional terkait lainnya,” pungkasnya.