BI Upayakan Kelancaran Pelayanan Pascagempa di Palu

ilustrasi

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) akan tetap menjaga kelancaran pelayanan di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pascabencana alam gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut. Untuk itu, BI terus melakukan pantauan dan mencermati perkembangan keadaan terkini di wilayah terdampak.

“BI akan tetap berusaha menjaga kelancaran tugas, khususnya untuk mendukung transaksi masyarakat,” sebut keterangan pers tertulis Depatemen Komunikasi BI yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/9).

BI juga turut berbelasungkawa atas bencana alam gempa bumi dan tsunami yang telah memakan korban jiwa di Palu serta beberapa area lain di Sulawesi.

Sebelumnya, BNPB mencatat terdapat 2,4 juta penduduk yang terkena dampak gempa bumi pada Jumat (28/9) dan tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Donggala serta delapan kecamatan di Kota Palu.

Hingga Sabtu (29/9) sore, jumlah pengungsi di Kota Palu diperkirakan berjumlah 16.700 orang dan tersebar di 24 titik.

“Hingga pukul 17.00 WIB, data sementara korban meninggal berjumlah 384 orang, orang hilang 29 di Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sedangkan data sementara untuk korban luka berat hingga pukul 17.00 WIB berjumlah 540 yang dirawat di lima rumah sakit yaitu RS Woodward Palu sebanyak 28 orang, RS. Budi Agung Palu sebanyak 114 orang, RS Samaritan Palu 42 orang, RS Undata Mamboro Palu sebanyak 160 orang, dan RS Wirabuana sebanyak 184 orang.

“Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena proses pencarian masih terus dilakukan,” tambah Sutopo.pas