Biaya Operasional Semen Indonesia Diprediksi Naik 4%

Minggu 27 Apr 2014, 8 : 03 pm
Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto

SURABAYA-Biaya operasional PT Semen Indonesia Tbk diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 3%-4%. Kenaikkan ini sebagai konsekuensi naiknya tarif listrik industri yang bisa mencapai 65% sepanjang tahun. “Kenaikan tarif listrik sepanjang tahun ini diprediksi 60%-65%,” kata
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto, Minggu, (27/04/2014).

Menurut Dwi, dengan kenaikan itu bila sebuah perusahaan hanya mengandalkan sumber energi dari Perusahaan Listrik Negara maka beban biaya naik 10%-11%. “Semen Indonesia memiliki pembangkit sendiri seperti di Tonasa 120 MW, Padang 15 mw sehingga tidak seluruhnya terdampak. Dari sekitar 70% energi dari PLN maka pengaruhnya 3%-4% dari total cost,” ujarnya

Lebih jauh kata Dwi, beban tersebut memang cukup besar sehingga harus diikuti dengan strategi efisiensi. Salah satu yang dilakukan perseroan yakni meningkatkan grinding plant (alat penggerus) di Tuban dan Dumai. “Peningkatan utilisasi peralatan karena ada upgrading bisa menurunkan kenaikan beban biaya paling tinggi 3% akibat kenaikan tarif listrik,” terangnta

Dikatakan Dwi, perseroan juga sedang mengincar energi alternatif berupa pemanfaatan panas buang yang selama ini belum diolah. Program penggalian sumber alternatif itu ditargetkan bisa realisasi tahun ini.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

COVID-19 Tekan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2020

JAKARTA-Pandemi COVID-19 menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020. Pertumbuhan ekonomi

Anas Tahir: Wacana Moratorium UN Jadi Bola Panas

JAKARTA-Kalangan DPR mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar