BII Bukukan Laba Bersih Rp681 Miliar

JAKARTA-PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mencatat laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp681 miliar pada Semester I-2013 atau mengalami pertumbuhan 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2012 sebesar Rp579 miliar.

Presiden Direktur BII, Dato Khairussaleh Ramli mengungkapkan, peningkatan kinerja pada Semester I-2013 tersebut didukung oleh pertumbuhan pada pendapatan operasional dan penurunan provisi yang signifikan dan disertai dengan cepatnya pertumbuhan biaya operasional. “Untuk laba sebelum pajak BII meningkat 17 persen menjadi Rp966 miliar bila dibandingkan Rp824 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Dato dalam keterangan persnya, Senin (29/7).

Selain pertumbuhan pada laba, lanjut Dato’, BII juga mencatat pertumbuhan pada simpanan nasabah, yakni tumbuh sebesar 19 persen selama semester I-2013 menjadi Rp91,1 triliun dari Rp76,6 triliun pada Semester I-2012.

Pada tabungan, kata dia, mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 27 persen dari Rp16 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp20,3 triliun pada Juni 2013. Sedangkan untuk giro mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen dari Rp13,3 triliun menjadi Rp15,1 triliun dan deposito berjangka meningkat sebesar 18 persen dari Rp45,7 triliun menjadi Rp55,7 triliun.

“Strategi kami dalam meningkatkan basis pelanggan yang ada pada perbankan ritel, perbankan bisnis dan perbankan global adalah dengan mengoptimalkan cross sell serta meningkatkan referral yang telah memberikan hasil positif dalam meningkatkan simpanan nasabah kami,” papar Dato.

Faktor-faktor lain yang mendukung kinerja BII selama Semester I-2013, terang Dato, datang dari peningkatan bunga bersih sebesar 9 persen dari Rp2,6 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp2,8 triliun pada Juni 2013. Selain itu juga adanya peningkatan 5 persen pada fee based income dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,17 triliun.

Sementara itu, lanjut Dato, kredit CIMB Niaga meningkat 16 persen selama Semester I-2013, dari Rp73,5 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp85,1 triliun pada Juni 2013.  Kredit business banking (UKM dan Komersial) mengalami pertumbuhan paling tinggi, yaitu dari Rp23,5 triliun menjadi Rp30,2 triliun atau meningkat 29 persen.

Kredit retail meningkat 16 persen dari Rp26,7 triliun menjadi Rp31,1 triliun. Kredit global banking kembali mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen dari Rp23,3 triliun menjadi Rp23,9 triliun, setelah sempat menurun pada Kuartal I-2013 sebagai dampak penyesuaian portofolio dalam upaya mengelola risiko kredit secara proaktif.

Rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) konsolidasian membaik dari 95,39 persen pada Juni 2012 menjadi 91,52 persen pada Juni 2013. LDR BII (tidak termasuk anak perusahaan) tetap terkelola secara sehat pada tingkat 85 persen, sedangkan modified LDR konsolidasian yang memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 78,9 persen pada 30 Juni 2013.

Dato menambahkan, bisnis kendaraan roda empat di bawah BII Finance mencatat pertumbuhan signifikan dengan laba sebelum pajak konsolidasian yang melonjak 63 persen menjadi Rp144,8 miliar dari Rp53,58 miliar. Sedangkan, total pembiayaan (konsolidasian) yang dibukukan BII Finance sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2013 dari Rp5,4 triliun pada Juni 2012 atau meningkat47 persen.

Guna mendukung ekspansi bisnis, jelas Dato, BII Finance berhasil menyelesaikan penerbitan obligasi pada Juni 2013 dengan menghimpun total dana Rp1,3 triliun.

Dato menyebutkan, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM) sebagai anak perusahaan BII di bidang pembiayaan roda dua, juga menunjukkan kinerja yang baik. Total pembiayaan (konsolidasian) pada enam bulan pertama mencapai Rp8,3 triliun dibandingkan Rp9,7 triliun pada enam bulan pertama 2012.

Baca :  Bank Diminta Jangan Naikan Suku Bunga