BII Raih Laba Bersih Rp1 Triliun

Monday 28 Oct 2013, 8 : 42 pm
by

JAKARTA-PT Bank Internasional Indonesia Tbk mengumumkan perolehan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) sebesar Rp1,1 triliun untuk sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2013, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Ini merupakan kali pertama BII membukukan laba di atas Rp1 triliun untuk kinerja sembilan bulanan. Laba sebelum pajak Bank meningkat 22% mencapai Rp1,6 triliun dibandingkan Rp1,3 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.“Kinerja kami yang membaik pada sembilan bulan pertama 2013 merefleksikan perbaikan terus menerus yang diakukan sejak kami mulai menjalankan transformasi dengan serangkaian upaya termasuk program transformasi IMPACT.  Transformasi yang dimulai sejak akhir 2011 ini mulai menunjukkan hasil yang positif pada 2013.   Ke depan kami memastikan, kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk meraih aspirasi kami.  PATAMI kami telah melampaui Rp1 triliun pada sembilan bulan pertama 2013 – yang merupakan pencapaian kinerja sembilan bulan tertinggi sepanjang sejarah BII,” ujar Pjs. Presiden Direktur BII, Thila Nadason di Jakarta, Senin (28/10).

Melihat hasil yang dicapai hingga kini, dia optimis akan dapat menutup tahun 2013 sesuai dengan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang telah ditetapkan, dengan memastikan bahwa  BII memiliki pondasi yang kuat dan solid untuk menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. “Bertumbuh secara bertanggung jawab dan menghasilkan laba dengan melakukan pricing secara disiplin untuk kredit dan simpanan, pengawasan dan kontrol yang konstan pada portofolio kredit serta mengimplemantasikan strategic cost management telah mendukung peningkatan pendapatan dalam sembilan bulan ini.  Kami akan melanjutkan upaya kami untuk memastikan bahwa kami dapat mengoptimalkan manfaat dari seluruh investasi kami dan meningkatkan efisiensi secara menyeluruh di masa depan,” kata dia.

Dia menjelaskan, peningkatan kinerja terutama didukung oleh pertumbuhan yang solid pada semua bisnis inti Bank, pertumbuhan yang kuat pada simpanan nasabah, perbaikan siginifikan pada profitabilitas anak perusahaan Bank, dan peningkatan berkelanjutan dari keseluruhan proses operasional Bank.

Simpanan nasabah meningkat signifikan sebesar 21% pada sembilan bulan pertama 2013 mencapai Rp96,5 triliun dari Rp79,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2012 dengan pertumbuhan terkuat pada porsi tabungan sebesar 35%. Giro naik 21% dan Deposito Berjangka tumbuh 16%. Kenaikan pada porsi dana murah  didukung oleh peningkatan produktivitas cabang dimana tim sales kami berhasil mengoptimalkan cross sell dan menggunakan  basis nasabah yang ada selain juga menjaring nasabah-nasabah baru. Layanan cash management  dan payroll Bank juga turut memberikan kontribusi pada kenaikan porsi dana murah pada sembilan bulan pertama 2013.

Kredit  berhasil tumbuh 21% per September 2013 mencapai Rp91,7 triliun dari Rp75,9 triliun per September 2012 ditengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Kredit dari Business Banking mengalami pertumbuhan terbesar dari Rp24,6 triliun menjadi Rp32,0 triliun atau tumbuh 30%; Kredit UKM sendiri mengalami pertumbuhan 33%. Kredit Ritel meningkat  24% dari Rp27,0 triliun menjadi Rp33,8 triliun. Kredit Perbankan Global tumbuh 7% dari Rp24,3 triliun menjadi Rp25,9 triliun setelah Bank melakukan pernyesuaian pada portofolio kredit korporasi pada semester pertama 2013 konsisten dengan pengelolaan manajemen risiko kredit yang proaktif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Wanggai: Beri Ruang Klarifikasi Bagi Pemred Tabloid Obor Rakyat

JAKARTA-Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda Velix Wanggai

Suasana Kampus STKIP Surya Kondusif Usai Aksi Blokade Mahasiswa

TANGERANG-Kapolsek Kelapa Dua Kompol Zainal Ahzab memastikan situasi kampus Sekolah