Bina Marga Garap Proyek Senilai Rp4,48 Triliun

JAKARTA-Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani dua paket kontrak pembangunan jalan dan jembatan dengan nilai total Rp 4, 48 triliun. Paket Kontrak yang ditandatangani tersebut yakni pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Jawa Tengah senilai Rp 3,15 triliun dan pembangunan Jembatan Pilau Balang II, di Kalimantan Timur senilai Rp 1, 33 triliun.
Hadir dalam penandatanganan tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen Bina Marga Hediyanto W Husaini, VP CRBC Liu Hong selaku perwakilan kontraktor Jalan Tol Solo-Kertosono Phase 1, Direktur Operasi Hutama Karya R Sutanto, selaku perwakilan kontraktor Paket Pekerjaan Jembatan Pulau Balang II. Hadir Pula Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroeh Ishak, dan Minister Counselor bidang Perekonomian dan Perdagangan Kedubes China, Wang Li Ping.

Baca :  Bank DBS Indonesia Dukung Pengembangan UKM Melalui DBS SME Academy

Dalam sambutannya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono berharap penandatanganan kontrak jalan tol Solo-Kertosono di Jawa Tengah serta pembangunan Jembatan Pulau Balang II, di Kalimantan Timur ini tentunya bukan sekedar seremonial penandatanganan. Tapi ini merupakan bukti komitmen untuk melaksanakan pembangunan. “Segera jalankan, jangan ditunda-tunda,” pinta Basuki di Jakarta, Jumat (21/8).

Untuk itu Menteri Basuki meminta kepada Kepala Satker, Kepala Balai dan para pelaksana penandatanganan kontrak mengawal proyek ini dengan baik agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tol Solo-Kertosono adalah ruas jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Proyek terdiri dari dua bagian yang telah diakuisisi oleh dua BUMN, PT Jasa Marga Tbk dan PT Waskita Karya Tbk, dari investor terdahulunya yakni PT Thiess Contractor Indonesia, karena mangkrak selama bertahun-tahun.
Sedangkan Jembatan Pulau Balang II atau sering disebut Jembatan Pulau Balang Bentang Panjang, adalah jembatan sepanjang 804 meter menghubungkan Pulau Balang ke sisi Tempadung. Jembatan tersebut akan terdiri dari dua jalur dan 4 lajur. Ditargetkan Jembatan Pulau Balang selesai dibangun pada 2019. “Saya harapkan cepat terhubung dan tidak boleh adalagi yang terisolasi dan kita menargetkan 2017. Kemudian antara Sorong Manokwari untuk Papua Barat kita targetkan akhir 2016 ini sudah terhubung. Jadi Konektifitas di trans Papua itu minimal tahun 2018 akhir sudah terhubung semua walaupun terhubungnya dengan jalan krikil dan misalnya yang menuju ke plabuhan harus sudah terkoneksi,” Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini.
Untuk papua ujar Hedityanto, memang memerlukan penanganan khusus. “Jdi jangan sampai ada yang terisolasi. Karena kalau terkoneksi tentunya pangan akan mahal”, tuturnya.

Baca :  Konstruksi Rampung, Bendungan Paselloreng Dukung Sulsel Jadi Lumbungan Pangan