BKPM: 200 Pengusaha Shandong Bidik Jawa Tengah

ilustrasi

BEIJING-Sebanyak 200 pengusaha asal Shandong, RRT, membidik investasi ke Batang, Jawa Tengah. Hal itu terungkap pada pembicaraan one-on-one meetingantara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, RRT, beberapa waktu lalu.

“Tim BKPM dibawah pimpinan Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM, menerima delegasi dari Shandong. Mereka menyatakan sedang membidik Batang, Jawa Tengah sebagai destinasi investasi dibidang perkayuan dan furniture,” ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Beijing, RRT.

Nurul didampingi Anggota Komite Investasi Eka Sastra dan Rizal Calvary Marimbo. Pihak pengusaha Shandong dipimpin oleh Presiden Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong Yang Yulu dan Sekretaris Eksekutif Xu Baochuan. Pertemuan ini terlaksana berkat dukungan Duta Besar RI untuk Indonesia.

Baca :  MDS Merek Pilihan Jawa Tengah

Dalam kesempatan itu, Nurul menjelaskan kebijakan baru Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk membantu investor yang akan masuk ke Indonesia secara paripurna.

“Kepala BKPM memohon maaf atas ketidakhadirannya, karena harus mengikuti rapat dengan Presiden Joko Widodo. Namun, Kepala BKPM menyampaikan bahwa saat ini BKPM fokus pada membantu percepatan realisasi investasi,” ujarnya.

Dari sejak investor menyampaikan minatnya, BKPMakan turun tangan sampai membantu sampai penyelesaian kendala-kendala di lapangan.

“Hal tersebut sudah kami jalankan misalnya pada kunjungan para pengusaha asal Shandong bulan laluKe Indonesia. Tim kami telah turut mengantarkan mereka ke lokasi yang memiliki potensi yang diminati mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain Indonesia, para pengusaha ini juga sudah mengunjungi Vietnam, Kamboja dan negara Indochina lainnya. Negara-negara ini menawarkan lahan gratis. Namun, mereka kemungkinan besar lebih Indonesia. Meski mereka sedang mempertimbangkan masalah lahan.

Baca :  Beri Efek Ganda Perekonomian Nasional, Pemerintah Genjot Investasi Sektor Manufaktur

”Mereka lihat kayunya di Indonesia jauh lebih bagus,” ujar Rizal.

Selain, Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga sedang mempertimbangkan Kalimantan Timur. Pertimbangannya, harga lahan di Kalimantan Timur jauh lebih murah dibandingkan Jawa Tengah. Kalimantan Timur juga sudah memiliki kayu hutan yang melimpah.

“Hanya saja, Jawa Tengah unggul di ketersediaan sumber daya manusianya dan infrastruktur penunjang lainnya,” pungkasnya.

Empat Pulau LainTak hanya itu, bila sukses di Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga mengincar membangun kawasan industri furnituredi empat pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Mungkin dia test case-nya di Jawa Tengah. Sukses di sana, mereka akan ekspansi ke pulau-pulau lainnya, membangun kawasan industri,”ujarnya.

Baca :  Wartawan Ikut Bangun Pariwisata Indonesia

Sebelumnya, para pengusaha ini juga telah menemui Bupati Batang, Wihaji. Para pengusaha Shandong melihat potensi kayu dari hutan kawasan industri yang melimpah, sehingga dianggap cocok untuk menghasilkan produk berorientasi ekspor