BKPM Akan Jemput dan Antar Langsung Investor

BKPM
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Peningkatan Kebijakan Investasi Nasional, di Jakarta, Senin (18/11).

JAKARTA-Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mengubah pola layanan kepada calon investor. Mulai 1 Januari nanti, BKPM akan menjemput calon investor di Bandara, dan akan mengantarnya langsung ke daerah lokasi investasi.

“Minimal empat atau tiga hari sebelum ke Jakarta, investor bisa kabari kalau mau datang. Nanti kita bentuk tim, kita jemput di airport,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Peningkatan Kebijakan Investasi Nasional, di Jakarta, Senin (18/11).

Penjemputan terhadap investor yang akan menanamkan modalnya langsung di Bandara yang akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2020 itu, menurut Kepala BKPM, dilakukan sebagai perubahan pola pelayanan BKPM ke depan. Hal ini dilakukan untuk memutus anggapan bahwa BKPM dan umumnya pihak terkait tidak mengurus investasi dengan baik.

Baca :  Bahlil: Rp 700 Triliun FDI Antri Masuk Indonesia

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengaku akan menugaskan orang yang berkompeten untuk mendampingi investor selama mengurus investasi. “Orang dimaksud adalah pejabat setingkat eselon III atau IV di BKPM,” imbuhnya.

Menurutnya, strategi pelayanan itu menjadi salah satu tugas Satgas Internal yang dibentuk dan dipimpinnya. Selain urusan pelayanan, Satgas ini juga memiliki tugas menyelesaikan hambatan realisasi investasi.

“Misalnya ada investor dari Sulteng mau ke BKPM Pusat, nanti dari daerah kabari yang di pusat. Nanti, ada petugas yang jemput di airport, ditunjukkan hotelnya, kita antar gratis,” terang Bahlil.

Bahlil menjelaskan, strategi pelayanan prima seperti itu terbukti cukup membuahkan hasil. Ia menunjuk contoh, misalnya 53 investor asal Shandong, China, yang mendapatkan pelayanan prima seperti itu telah memastikan untuk berinvestasi di Jawa Tengah senilai dua miliar dollar AS.

Baca :  Korea-Indonesia Sepakati Bisnis Senilai USD18 Miliar

“Yang ke Jateng itu, turun pesawat terus dijemput, lalu ke Jateng ditemani. Kita mau pastikan, selama ini dianggapnya BKPM atau Indonesia tidak ramah investasi. Kita ubah itu,” ungkap Bahlil