Breadtalk Indonesia Terancam Dipolisikan Konsumen

Wednesday 11 Dec 2013, 9 : 19 pm

JAKARTA-Konsumen PT Talkindo Selaksa Anugrah (A member of Breadtalk Group) Indonesia mengancam akan mempolisikan perusahan penghasil roti Breadtalk  itu jika tidak memiliki etikad baik menyelesaikan persoalan yang membelit salah seorang konsumen.  Langkah hukum ini dilakukan karena hingga saat ini,  pihak Breadtalk Indonesia tidak bertanggungjawab atas produk yang dijualnya yang mengakibatkan seorang bocah mengalami luka serius dan terancam hidupnya.

Seperti diketahui, seorang bocah bernama Virda Ursulla Sagala (Perempuan, 9 Tahun) terancam hidupnya setelah  mengkonsumsi roti yang ternyata didalamnya mengandung serat yang membahayakan. Sampai saat ini, Thomas, ayah korban menjelaskan; anaknya terganggu secara psikologis dan  trauma / tidak mau makan roti lagi.

Menurut Sahat Poltak Siallagan SH dari Kantor Hukum ENP, selaku kuasa hukum korban, pihaknya sudah melayangkan somasi terakhir kepada breadtalk. Namun pihak Breadtalk tidak kunjung selesaikan masalah ini

Padahak keluarga korban, hanya minta permohonan maaf dari Breadtalk dan biaya penggantian pengobatan yang telah dilakukan keluarga sebagai  bentuk tanggungjwab “Kami sangat menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh pihak Breadtalk yang tidak mencerminkan perusahaan raksasa dengan ribuan outlet,” ujarnya saat ditemui di Polda Metro Jaya, hari ini.

Selaku produsen roti ternama, kejadian ini harusnya menjadi konsen dari breadtalk, apalagi menyangkut keselamatan konsumen anak-anak.  Apalagi dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No.8 Tahun 1999 pasal 4(a) menyebutkan bahwa Konsumen  mempunyai “Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/ atau jasa”. “Jadi, amat disayangkan, kalau ini diabaikan oleh pihak Breadtalk Indonesia,” jelasnya.

Sahat yang sedang menyelesaikan master di UNKRIS ini menambahkan pihaknya saat ini masih memberi kesempatan Breadtalk Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini dgn kekeluragaan sampai minggu ini. Akan tetapi, jika pihak Breadtalk Indonesia bersikukuh dengan sikapnya yang tidak peduli dengan keselamatan konsumen maka pihaknya siap untuk melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian dan juga mengajukan tuntutan perdata demi kliennya. Hal ini untuk menjaga nasib klien dan juga konsumen sebagaimana ketentuan UU Perlindungan Konsumen.   “Untuk memperjuangkan hak-hak klien, kami akan menempuh jalur hukum dan akan membuat “Posko Pengaduan konsumen korban produk Breadtalk” konsumen sebagaimana ketentuan UU perlindungan Konsumen  guna menghindari semakin banyaknya korban (konsumen) yang mengalami kerugian dan terancamnya keselamatan juga kesehatan akibat mengkonsumsi produk Breadtalk seperti yang dialami oleh anak klien. karena disinyalir kliennya bukanlah korban pertama dan satu-satunya,” katanya.

Pada (Rabu, 9 Oktober 2013 sekitar pukul 21.19 WIB)  ayah Virda, Thomas Decibell Sagala membeli 5 (lima) jenis roti yaitu; Whole meal toast, hamtaro, beef milano, Jacky o’Pizza, New Banana Lekker, di Outlet Breadtalk di Cibubur Junction, Jakarta Timur sesuai struk pembelian  Namun pada saat mengkonsumsi Jacky o’Pizza’, anak klien langsung menangis dan meminta istri klien untuk mengambilkan air putih karena ada benda yang menyangkut di faring tenggorokannya berupa benda tajam seperti jarum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Danamon, MUFG Bank dan Adira Finance Berkomitmen Berperan Aktif Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA-PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) bersama dengan PT Adira

Review Resolusi Keuanganmu

Oleh: Freddy Tedja Memasuki tahun 2020 enam bulan lalu, banyak