BRI Tak Bayar Uang Pesangon, Ratusan Pensiunan Demo

SURABAYA – Ratusan pensiunan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pensiunan BRI Perjuangan Pesangan (FKP3), dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah BRI, di komplek gedung Tower Plasa BRI, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Mereka menuntut uang pesangon yang sampai saat ini belum mereka terima. Padahal, pesangon yang diberikan perusahaan kepada karyawan sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan. Selasa (19/3).

Kordinator FKP3, M. Syarif Arfedy dalam orasinya dengan lantang meneriakkan seruan kepada pihak BRI untuk segera menyelesaikan pembayaran pesangon. “Aksi yang kami lakukan ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap manajemen BRI. Karena sesuai dengan undang-undang, masa pensiun normal, karyawan berhak menerima pesangon. Tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan,” teriak dia.

Dirinya juga mengungkapkan, jika pihak BRI berusaha untuk menyamarkan makna dari UU, dengan mengeluarkan Surat Kepurusan (SK) Direksi BRI, dengan kop surat No : 883-DIR/KPS/10/2012. ”Dalam surat itu, BRI merekayasa pengertian pesangon, seakan-akan pihak BRI tidak wajib memberikan,” ungkap dia.

Arfedy berharap, jika pihak BRI segera menindak lanjuti aspirasi FKP3. Jika tidak, pihaknya mengancam akan menerjunkan massa yang lebih banyak. ”Kami adalah pensiunan dari tahun 2003, massa kami lebih dari 6.000 orang,” jelasnya.

Selain berorasi, pengunjuk rasa yang memasuki usia purna itu juga membacakan puisi dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka juga membawa keranda untuk menggambarkan matinya hati nurani manajemen BRI yang tidak membayar pesangon mantan karyawannya.

Sementara itu, Ketua FKP3 Yogyakarta, Kabul Sutrisno, yang ikut melakukan pendampingan FKP3 Jatim, memaparkan, jika para pensiunan BRI yang melakukan aksi turun kejalan ini, rata-rata pensiun dari 2003 hingga 2011. “Mereka berasal dari eks karyawan BRI wilayah utara Jawa Timur, meliputi Sidoarjo, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan Ngawi. Dan sejak memasuki masa pensiun pada 2003 lalu hingga saat ini, pesangon mereka belum dibayar,” papar dia.

Dirinya juga menjelaskan, jika pihak management BRI hanya memberikan uang pension tetap, sedangkan untuk pesangon yang merupakan hak dari karyawan sampai saat ini belum diberikan. “Hanya uang pensiun tetap mereka dapatkan, yang mereka tuntut hanya uang pesangon yang menjadi hak mereka sesuai undang-undang,” jelas dia.

Usai menggelar aksi di depan Kantor Wilayah BRI, di komplek gedung Tower Plasa BRI, para demonstran yang sudah lanjut usia ini, melanjutkan aksinya di depan Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo dengan berjalan kaki. Mereka juga menggelar orasi serupa, tepat di bawah Patung Gubernur Suryo di area Taman Apsari.

 

Baca :  Indonesia Harus Jalankan Sistem Politik Feminis