Budaya Manajemen Risiko Yang Minimalis di BPJS Ketenagakerjaan

BPJS

Oleh: Poempida Hidayatulloh

Minimalisnya implementasi Manajemen Risiko di BPJS Ketenagakerjaan dan belum membudayanya praktek dalam konteks tersebut, membuat lembaga ini belum berpikir secara modern. Sehingga banyak sekali sampah persoalan yang harus dibereskan oleh Pengawas dan Manajemen sendiri. Ini membuat lembaga tersebut tidak leluasa dalam melakukan pengembangan ke depan karena senantiasa diwarisi oleh persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya.

Budaya Manajemen Risiko harus dapat terimplementasikan dari pusat hingga ke level cabang. Yang dipimpin oleh masing-masing kepala unit terkait. Risiko harus senantiasa dimitigasi secara terprogram dan budget yang tepat. Sehingga berbagai potensi masalah dapat diantisipasi dan di-managed apabila memang tidak terelakan lagi untuk terjadi.

Baca :  Membenahi Tata Kelola Jaminan Kesehatan Nasional

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mempunyai agenda menjadikan lembaga ini menjadi lembaga modern yang cepat beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Oleh karena itu kami mendorong Direksi untuk segera melakukan pengembangan struktur organisasi secara substantif, kualitas mau pun kuantitas dalam hal Manajemen Risiko.

Jika memang serius menjadikan BPJS Ketenagakerjaan menjadi suatu lembaga “Kebanggaan Bangsa” sesuai dengan visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan, maka menurut hemat kami, tidak perlu lagi ada keraguan lagi pada Direksi untuk berkomitmen mengimplementasikan hal itu.

Penulis adalah Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan