Bupati Mabar: Gunakan Hak Pilih, Tidak Boleh Golput

Bupati Mabar Drs. Agustinus Ch. Dula bersama Kapolres AKBP Julisa Kusumawardana, SiK, MSi dalam Acara Dialog dan Tatap Muka Kapolres dan Pelaku Pariwisata di Aula Gedung Kemala Labuan Bajo, Selasa (26/6).

LABUAN BAJO-Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Ch Dula meminta masyarakat Mabar untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi lima tahunan, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018 ini. Pasalnya, upaya mewujudkan perubahan besar di Provinsi NTT ini tidak bisa dilakukan jika masyarakatnya bersikap diam diri.

“Semua wajib pilih, saya minta agar berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak pilih dengan baik dan benar. Masyarakat NTT salah satu elemen penting dalam menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk meletakan dasar pembangunan berkelanjutan di daerah ini,” ujar Bupati Gusti di Labuan Bajo, Selasa (26/6).

Seperti diketahui, empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT akan bertarung dalam Pilkada 2018 ini.

Empat pasangan calon yang telah ditetapkan itu, yakni Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) diusung oleh Partai Gerindra yang memiliki 8 kursi dan PAN 5 kursi, sehingga total 13 kursi.

Pasangan Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) diusung Partai Demokrat yang memiliki 8 kursi, PKPI 3 kursi, dan PKS 2 kursi, sehingga totalnya 13 kursi.

Selanjutnya pasangan Marianus Sae-Emmilia Nomleni (Marianus-Emmi) diusung PDI-P 10 kursi dan PKB 5 kursi, sehingga totalnya 15 kursi.

Kemudian pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss) adalah bakal cagub dan cawagub NTT yang memiliki kursi terbanyak, yakni Partai NasDem 8 kursi, Golkar 11 kursi, dan Hanura 5 kursi, sehingga totalnya 24 kursi.

Menurut Bupati Gusti, memilih untuk menjadi golput sama artinya dengan bersikap menyerah. Itu adalah bentuk sikap apatis terhadap nasib daerah ini ke depan.

“Datang diam-diam menusuk kertas suara dari calon yang diinginkan. Dan ingat, suara Anda sangat menentukan nasib Provinsi dan Kabupaten ini ke depannya,” ujarnya.

Karenanya, Bupati Gusti menyerukan kepada masyarakat Mabar agar menggunakan hak pilih dengan baik dan benar. Sebab, dengan memilih adalah cara terbaik untuk membawa perubahan daerah ini ke arah yang lebih baik.

“Saya kira, pilkada ini merupakan sarana paling tepat bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam politik, yang pada akhirnya ikut menentukan berbagai kebijakan pemerintahan di waktu mendatang. Jadi, Jam 07.00 WITA sampai jam 13.00 WITA, semua harus sudah tusuk. Jangan biarkan golput baik diri sendiri pun anggota keluarga masing-masing,” ujarnya.