Bursa AS Masih Konsolidasi

llustrasi

JAKARTA-Seperti yang telah diekspektasikan sebagian analis, Bursa AS kembali bergerak flat kemarin dan melanjutkan trend konsolidasi dalam beberapa hari terakhir. Data Industrial production AS yang lebih baik dari bulan sebelumnya dan juga ekspektasi tidak berhasil mendorong kenaikan bursa AS akibat di sisi lain valuasi yang telah cukup mahal.

Saat ini, baik S&P dan Dow sedang diperdagangkan di atas pada PE Std Dev. +1. Sementara itu, EIDO kemarin ditutup melemah 1.32% merespon penurunan IHSG sebesar 0.84%. Sementara itu rata-rata harga metal menguat 0.72%, dengan Nikel menguat 3.2%. RBC Capital menaikkan forecast harga Nikel sebesar 21% pada tahun ini.

Analisa harian analis saham PT Samuel Sekuritas menyebutkan, bursa Asia pada perdagangan Selasa pagi (17/6) dibuka menguat tipis memfaktorkan data Industrial production AS.

Baca :  Raih Laba Usaha, Rugi AISA di Semester Pertama Turun Jadi Rp33,98 Miliar

“Sementara itu Rupiah bergerak melemah tipis sekitar 0.06%,” jelasnya seperti dikutip dari laman Samuel.co.id di Jakarta, Selasa (17/6).

Menurutnya, IHSG kemarin underperform terhadap bursa regional dimana bursa regional hanya ditutup melemah 0.11% (vs IHSG -0.84%).

“Kami memperkirakan IHSG akan menguat hari ini untuk meng-offset penurunan kemarin. Saham-saham yang berpotensi rebound kami lihat berasal dari sektor mining dan infrastuktur, dan group Astra terutama ASII dan UNTR, seiring performance yang underperform terhadap IHSG kemarin. INCO dan ANTM juga terdapat potensi menguat seiring kenaikan Nikel 3.2%,” pungkasnya.