Bursa Global Cenderung Konsolidasi

JAKARTA-S&P kemarin kembali break new high dengan menguat tipis 0.13%, dan menjadikan S&P menguat dalam lima hari berturut turut. Penguatan masih memfaktorkan pernyataan The Fed kemarin yang menyatakan ekonomi dalam jalur recovery dan ekspektasi Fed rate masih akan dipertahankan rendah dalam beberapa waktu ke depan. Sementara itu, EIDO kemarin ditutup melemah 0.59%, mengikuti pelemahan IHSG. Minyak kemarin menguat 0.4% setelah Obama mengumumkan akan mengirim 300 penasihat militer untuk membantu Irak mengatasi pemberontakan Negara islam Irak dan Suriah (ISIS).Harga metal kemarin menguat 0.29%, menjadikan penguatan dalam 5 hari berturut-turut. Namun demikian, Nikel  melemah 1%.

Analisa harian analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menjelaskan bursa Asia Jumat pagi (20/6) bergerak flat seiring minimnya sentimen. Minyak pagi ini menguat 0.2%. “Sementara itu, nilai tukar Rupiah sedikit melemah 0.2% ke level Rp11,956/US$,” ujar Lana seperti dikutip dari laman samuel.co.id di Jakarta, Jumat (20/6).

Baca :  Kinerja Sektor Keuangan Positif, CAR Bank 23,32%

Seiring minimnya sentimen dari bursa regional dan juga domestik, Lana memperkirakan IHSG cenderung bergerak flat hari ini. Sementara itu, saham-saham plantation memiliki potensi menguat seiring memanasnya konflik di Irak. “Saham Metal, khususnya yang memiliki bisnis dalam penjualan Nikel kami lihat masih tertekan seiring pelemahan Nikel 1% kemarin,” pungkasnya.