Caleg ‘Selingkuh’ Mengkianati Ideologi Partai

JAKARTA-DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akan memberi ampun bagi kadernya yang terbukti  menghianati partai demi misi pribadi. Untuk itu, para calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten, Provinsi maupun DPR RI dari PAN diingatkan untuk tidak “selingkuh”  dengan partai politik (parpol) lain agar bisa terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang.  “Jika ditemukan ada caleg yang ‘berselingkuh” dengan parpol lain, tidak ada pintu maaf dan langsung dipecat oleh partai.  Ini tidak main-main,” ujar Ketua  Komite Pemenangan Pemilu Nasional (KPPN) DPP PAN, Joncik Muhammad di Jakarta, Minggu  (16/2).
Sikap tegas DPP PAN terhadap caleg selingkuh sudah terbukti. Bahkan, seorang Sekretaris DPD PAN Banten sudah dipecat gara-gara ketahuan ”selingkuh” dengan parpol lain. “Jadi, jangan main-main karena ini menyangkut ideologi partai,” katanya.
DPP PAN jelasnya masih mengumpulkan bukti bagi caleg PAN yang berselingkuh.
Partai yang lahir dari rahim reformasi ini  tidak akan memberi ruang bagi caleg PAN yang berselingkuh dengan caleg partai lain. Sikap caleg PAN yang bertandem dengan kader partai lain sama saja mengkhianati ideologi PAN. Sikap caleg seperti ini pada akhirnya merusak nama baik dan kebesaran PAN. “Jadi, sanksi tegas ini sudah diatur dalam kode etik caleg PAN yang dihasilkan dalam Rakernas. Dan semua kader dan caleg PAN tahu soal itu,” jelasnya.
Dengan demikian, jika ada caleg PAN yang berselingkuh dengan partai lain maka ini dikategorikan melanggar aturan dan etika partai. Dan sangat bertentangan dengan idelogi partai. ” Sesuatu yang tidak boleh berkembang di partai kami,” imbuhnya.
Joncik menambahkan tidak tawar menawar bagi kader PAN yang berselingkuh. “Kalau kader selingkuh maka sudah pasti, dia bukan kader partai yang baik. Ini mencederai ideologi PAN. Dan kita pecat,” ucapnya.
PAN jelasnya memiliki pedoman organisasi atau kode etik caleg yang telah diputuskan dalam Rakernas. Dalam kode etik itu disebutkan bahwa setiap caleg tidak boleh melakukan pengkhianatan kepada partai dengan melakukan tandem-tandem politik dengan parpol lain. “Artinya jangan sekali-kali mengkhianati partai. Apalagi tahun 2014 PAN memiliki capres dengan memasang target prosentase perolehan suara dua digit. Satu suara sangat menentukan berhasil atau tidaknya pemimpin nasional yang berasal dari kader PAN,”pungkasnya.

Baca :  PUPR Raih Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial