Capital Outflow Bakalan Lebih Luas di 2014

Rabu 15 Jan 2014, 7 : 37 pm
by

JAKARTA-Regulasi pemerintah Indonesia yang inkonsisten akan menjadi faktor ikutan yang memicu terjadinya peningkatan capital outflow di tengah perubahan lanskap perekonomian global. Pada tahun 2014 ini potensi capital outflow yang lebih luas juga akan terjadi, karena adanya perubahan lanskap ekonomi global yang ditandai dengan pulihnya perekonomian di negara-negara maju dan adanya tren penurunan pertumbuhan ekonomi di emerging markets.  “Kepastian hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed untuk melaksanakan tapering-off dipastikan akan menciptakan capital outflow terhadap hot money yang berasal dari kebijakan quantitative easing (QE) The Fed,” ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati di Jakarta, Rabu (15/1).

Terlebih lagi, lanjutnya, pertemuan FOMC tersebut juga memasikan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga bank sentral AS tersebut. “Dana di sini yang bersumber dari QE The Fed, dia pasti akan kembali dengan sendirinya. Walaupun prospek ekonomi di Indonesia bagus, dana dari QE itu tidak akan bertahan di sini,karena uang itu sudah dipanggil balik,” tuturnya.

Terjadinya pelarian dana dalam konteks non-tapering, jelas Enny, terkait dengan return yang bakal diperoleh investor jika danya ditempatkan di Indonesia. “Prospek keuntungan yang menurun pasti akan membuat investor menarik modalnya dan memindahkan ke negara lain yang dinilai lebih menguntungkan,” katanya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Menparekraf: Bali Diproyeksikan Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

MAGELANG-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Banyak ASN Maju, Pilkada Tangsel Rawan

TANGERANG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. menyoroti kerawanan dalam pelaksanaan Pemilihan