Capres Belum Usulkan Penegakkan Hukum Secara Konkrit

Wednesday 4 Jun 2014, 6 : 09 pm
indonesiarayanews.com

JAKARTA-Program capres-cawapres dinilai tidak ada yang mengedepankan penegakkan hukum secara konkret. Bahkan terlalu menganakemaskan pembangunan ekonomi dan politik. “Omong kosong bicara pertumbuhan ekonomi dua capres ini. Karena tidak mungkin investor mau masuk ke Indonesia, tanpa ada kepastian hukum,” kata pengamat hukum pidana, Ganjar Laksamana Bonaprapta dalam diskusi “Solusi Masalah Ala Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK”, di DPD RI, Rabu, (04/06/2014).

Mestinya, kata Dosen FHUI ini, kedua capres-cawapres  ini menawarkan program pemerataan pembangunan pada semua bidang, baik itu hukum, politik, budaya, ekonomi dan pendidikan. “Sehingga, kalau bangunan ekonomi ambruk, maka  tidak membuat bidang-bidang lainnya, ikut ambruk, tapi justru bangunan hukum, budaya dan lainnya masih bisa berdiri tegak,” ungkapnya.

Baca juga :  Menkominfo: 92% Kebisingan di Ruang Digital Akibat Ulah Buzzer

Menurut Ganjar, visi misi capres tidak lebih dari sekedar mimpi. Begitu pula dengan program kerja, yang juga hanya sebatas janji. “Semua itu, kalimat-kalimat indah yang dirangkai. Harusnya program kerja itu, realistis dan mudah diimplementasikan,” terangnya.

Malah yang terjadi saat ini, kata Ganjar, hukum menjadi alat politik untuk saling serang para capres. Padahal fit back dari penegakkan hukum sangat nyata dan ada. (ek)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Agus Eko

Adalah wartawan senior di Indonesia. Karya-karya jurnalisnya sangat menarik dan memberikan pandangan mendalam terhadap berbagai isu terkini.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

BI Berupaya Rupiah Terus Menguat

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) berupaya penguatan nilai tukar rupiah bisa terus

KPK Diminta Bersikap Dewasa Soal Hak Angket

JAKARTA – Hak Angket DPR RI terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi