CAR Perbankan Tercatat Sebesar 23,31%

Mata Uang Rupiah dan Dollar AS

JAKARTA-Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian.

Stabilitas sistem keuangan terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Desember 2019 yang tinggi yakni 23,31%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,53% (gross) atau 1,18% (net).

Sementara itu, pertumbuhan kredit masih belum kuat, tercermin dari angka pertumbuhan kredit pada Desember 2019 sebesar 6,08% (yoy), yang menurun dari 7,05% (yoy) pada November 2019.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga belum kuat dan tercatat sedikit menurun dari sebesar 6,72% (yoy) pada November 2019 menjadi 6,54% (yoy) pada Desember 2019.

“Ke depan, fungsi intermediasi akan terus didorong sehingga dapat menopang momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Kamis (20/2).

Baca :  Uang Beredar Tumbuh Melambat

Menurutnya, kredit pada 2020 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 9-11% sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 10-12% sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020.

Pertumbuhan kredit 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 10-12% didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, DPK pada 2020 dan 2021 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 8-10%.

“BI tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan,” pungkasnya.