Cegah Stunting, Stop Pernikahan Dini dan Cek Kesehatan Pra-Nikah

Senin 5 Feb 2024, 2 : 09 am
Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo

JAKARTA – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo tidak sependapat dengan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengenai  program “Makan Siang dan Susu Gratis” yang menjadi salah satu program unggulan Prabowo-Gibran dapat menurunkan angka stunting.

“Makan siang gratis kurang efisien untuk menurunkan angka stunting hingga angka kematian ibu (AKI) maupun angka kematian bayi (AKB),” ungkap Ganjar Pranowo pada sesi keempat debat kelima pemilu 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/24).

Awalnya , Prabowo menanyakan kepada Ganjar apakah setuju program makan siang dan susu gratis untuk memenuhi gizi ala Prabowo-Gibran  mampu menekan AKI-AKB, kemiskinan serta stunting di Indonesia.

Lantas Ganjar secara lantang menjawab program tersebut adalah salah satu upaya yang cukup bagus, tetapi kurang efektif.

“Kalau bapak kasih gizi kepada ibu hamil  baru setuju. Nanti setelah itu dia akan lahir ibunya selamat karena diperiksa, tadi bapak sampaikan sudah bagus pak tadi pertama, AKI AKB akan turun kemudian indeks kita akan bagus, anaknya akan tumbuh,” jelas Ganjar.

Pria kelahiran Karanganyar Jawa Tengah itu mengatakan pencegahan stunting bisa dilakukan sejak sebelum pernikahan atau pranikah.

Pemeriksaan kesehatan calon pengantin bisa dilakukan di klinik atau Puskesmas, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, kadar Hemoglobin, serta lingkar lengan atas.

Perencanaan kehamilan dengan pemeriksaan status kesehatan, maupun pemeriksaan kandungan saat hamil bisa mengantisipasi lahirnya anak yang terdampak stunting.

“Jadi, mengatasi stunting sejak ibu hamil bahkan bisa dicegah pada saat anak-anak kita mau menikah pak. Periksa kesehatan si calon pengantin perempuan si calon pengantin perempuan laki-lakinya juga maka dia siap menikah ya,” ucap Ganjar.

Pencegahan pernikahan dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi gizi buruk atau stunting. Perlunya edukasi dan pemahaman dari pemerintah serta lintas sektoral kepada masyarakat mengenai hal-hal tersebut.

“Maka jangan menikah dini. Baru hamil periksa rutin kasih gizi insyaallah pak itu akan melahirkan bayi-bayi yang sehat yang kuat dan kemudian kalau itu kurang gizi ah baru bapak bener tadi pak. Kasih gizi yang baik agar anak-anak tidak kurang gizi dan dia tumbuh cerdas,” pungkas dia.

Yang perlu diperhatikan juga kata Ganjar  kasus anemia pada remaja putri.

Ganjar menyebut, anemia pada remaja putri bisa berdampak pada kasus stunting. Anemia yang terjadi pada masa remaja akan meningkakan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta berisiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi.

“Bapak harus lihat perempuan Indonesia, remaja Indonesia, itu sebagian anemia. Perhatikan itu dulu,” kata Ganjar saat merespon pernyataan Prabowo.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pencegahan stunting juga perlu diawasi sejak sebelum masa pernikahan. Ganjar menekankan pentingnya memperhatikan usia saat ingin menikah.

“Kalau itu sudah, maka dia menikah perhatikan usianya. 19 tahun usia hari ini, adalah menjadi ukuran dimana mereka akan sehat secara mental dan secara fisik,” katanya.

Selain itu, diperlukan pula pemeriksaan kesehatan kepada calon pengantin. Meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, kadar Hemoglobin, serta lingkar lengan atas.

Perencanaan kehamilan dengan pemeriksaan status kesehatan, maupun pemeriksaan kandungan saat hamil bisa mengantisipasi lahirnya anak yang terdampak stunting.

“Kalau itu sudah diperiksakan ke dokter ke rumah sakit dan rutin itu akan terjaga dengan gizi yang baik yang ada di sana. Itu pendapat saya,” sebutnya.

Sebagai informasi, debat kelima capres sekaligus debat terakhir pilpres 2024 ini mengangkat tema kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan inklusi. Kemudian terdapat sub tema dari tiga tema besar itu, antara lain pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Petrus Salestinus

Beraroma Nepotisme, KPK Tak Boleh Serahkan 2 Jaksa OTT ke Kejagung

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya menolak permintaan Jaksa Agung M.

RAPBN 2020 Diminta Berpihak Pada Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA-Tantangan menyusunan RAPBN 2020 semakin berat ke depan. Apalagi ekonomi