Chitra Nur Mawarti: Api Perjuangan Melawan Corona Dijaga Bersama

Komunikasi

Chitra yang tinggal di daerah Cibinong, Bogor, mengatakan semua dukungan itu sangat membantu para tenaga kesehatan dalam bertugas. Sebelumnya ia menghabiskan 1,5 jam dari rumahnya untuk ke rumah sakit tempatnya bekerja.

“Kami juga disediakan antar jemput dari hotel ke rumah sakit dan sebaliknya. Terdapat delapan jam keberangkatan, jarak hotel ke RS kami pun hanya 5 menit, jadi tidak capek di jalan, karena biasanya saya harus menghabiskan 1,5 jam perjalanan dari rumah ke rumah sakit,” katanya.

“Saya sendiri mendapat fasilitas hotel di Novotel Cikini, satu kamar berdua dengan rekan saya. Rencananya saya menggunakan fasilitas ini hingga wabah ini selesai. Alhamdulillah support system kami sangat kuat. Tidak hanya dari masyarakat tapi juga pemerintah,” katanya.

Baca :  Produk Industri Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Aktivitas yang dilakukannya setiap hari tidak jarang menimbulkan stres yang tinggi. Berkomunikasi lewat panggilan video dengan anak dan keluarga jadi pelipur lara untuknya.

“Kekurangannya hanya kami semua butuh hiburan, karena kami di rumah sakit sudah menghadapi pasien-pasien, dan di hotel kami hanya bisa di dalam saja, hiburan satu-satunya cuma video call dengan anak, tapi malah sedih karena jadi tambah kangen. Alangkah senangnya kalau kami mendapat hiburan apa saja sekiranya melepas penat. Doa kami semoga lelah kami menjadi lillah, salam sehat dari kami para tenaga kesehatan,” ujar Chitra.

Sebelumnya, sejumlah industri pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memfasilitasi akomodasi dan transportasi untuk tenaga medis. Mulai dari Accor Group, Swiss-Belhotel, hingga Reddoorz.

Baca :  Situasi Terkini Perkembangan COVID-19 1 Maret 2020

Sementara untuk transportasi disiapkan oleh BlueBird Group, Antavaya, White Horse dan Panorama.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, mengatakan, prioritas Kemenparekraf/Baparekraf saat ini adalah melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kerja sama dengan industri pariwisata tidak hanya sebagai bentuk dukungan bagi tenaga medis, tapi juga upaya Kemenparekraf menjaga ketahanan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Ari Juliano Gema.

Kerja sama dengan berbagai pihak tersebut sudah sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang pemfokusan ulang (refocusing) kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa untuk percepatan penanganan COVID-19.