Consumer Banking Harus Rebut Ceruk Pasar Sektor Konsumsi

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara

JAKARTA-Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan consumer banking harus mampu memanfaatkan peluang dengan ceruk pasar konsumsi rumah tangga sebesar lebih dari 57% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sektor perbankan Indonesia masih tumbuh 6,3% (di atas pertumbuhan rata-rata nasional).

Hal itu merupakan prestasi mengingat melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan hanya akan tumbuh rata-rata 3% oleh prediksi IMF dan Bank Dunia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini ditopang oleh (mayoritas) pertumbuhan ekonomi domestik. Yang paling besar adalah dari konsumsi. Di quarter 3 (Tahun 2019), (pertumbuhan ekonomi) sebesar 5,02%, konsumsi menyumbang 1,83%. Bahkan 57% dari PDB Indonesia adalah konsumsi rumah tangga. (Lebih rinci) sektor banking tumbuh sekitar 6,3%,” jelas Suahasil Nazara pada acara Seminar Nasional: The 3rd Consumer Banking Forum dengan tema “The Truth of Economic Turmoil & Geopolitical Uncertainties in 2019: Arah Kebijakan Ekonomi 5 Tahun Mendatang di Tengah Paradigma Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menuju Ekonomi Kreatif dan Inovatif” di Le Meridien Hotel, Jakarta, Rabu (27/11).

Baca :  Parpol Harus Awasi Pemda Agar Lebih Efisien

Lebih lanjut Wamenkeu menjelaskan bahwa saat ini indikator-indikator ekonomi menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup baik dan stabil. Misalnya inflasi terjaga sekitar 3% sejak 2015, trend kemiskinan dan pengangguran terus turun dalam 10 tahun terakhir. Tiga hal ini menunjukkan masyarakat secara umum memiliki kemampuan daya beli (konsumsi).