CSIS: Pembangunan Infrastruktur Dorong Kepuasan Publik

ilustrasi proyek LRT

JAKARTA-Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir.

Survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dilakukan terhadap 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia dengan penarikan sampel responden secara acak dan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 3,1 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.

“Kepuasan publik terbesar terjadi pada bidang ekonomi, hukum dan maritim,” kata peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Selasa, (12/9/2017).

Lebih jauh Arya menambahkan secara umum tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi tahun 2015 sebesar 50,6 persen, kemudian naik pada 2016 menjadi 66,5 persen, dan 2017 sebesar 68,3 persen. “Dari 2015 hingga 2017, kepuasan publik terhadap pemerintahan pak Jokowi meningkat,” tambahnya.

Baca :  Saat Dunia Tumbuh 3%, Menkeu: Ekonomi Indonesia Triwulan III/2019 Tumbuh 5,02%

Khusus di bidang ekonomi, CSIS merekam bahwa ekonomi keluarga dalam tiga tahun terakhir memang tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Namun demikian pembangunan infrastruktur yang terekspos dan diketahui publik mendorong kepuasan publik di sektor ekonomi.

Sementara di bidang hukum, publik optimis pemerintah berkomitmen dalam penegakan hukum misalnya memperkuat KPK, mendorong reformasi Polri hingga memberantas mafia peradilan.

Sedangkan di sektor maritim, pembangunan tol laut hingga memperkuat pertahanan maritim memicu kepuasan publik yang tinggi. ***