Dedi Budiawan : Kelola Sampah Jangan Andalkan APBD

tangerangselatankota.go.id

PAMULANG-Produksi sampah di wilayah Kota Tangerang Selatan harus menjadi perhatian. Apalagi penanganan masalah sampah perkotaan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. “Jadi penanganan masalah sampah tidak melulu harus mengharapkan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) cair. Saat ini masyarakat secara suka rela dan sadar membantu menangani persoalan sampah,” kata asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang Selatan, Dedi Budiawan di Jalan Raya Setiabudi Nomor 8, Kelurahan Pamulang Timur, Pamulang, Jumat (22/1/2016).

Dedi memberikan apresiasi atas kepedulian warga terkait kepedulian sampah. Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok Bank Sampah ikut membantu secara masif mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Sementara itu Ketua Forkas Email mengingatkan kembali kepada para anggota yang terbagung di bank sampah agar tidak lelah, tidak cape dalam mengolah sampah. Sampah setiap hari selalu ada karena adanya aktifitas manusia, maka dari itu harus diubah menjadi apapun yg bernilai lebih. “Sampah menjadi bernilai jika cara melihatnya berbeda. Demikian juga sampah tidak ada harganya juga dari cara pandang berbeda,” katanya.

Guna meningkatkan peran bank sampah, maka Forkas bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) akan buat kompetisi bank sampah di tingkat RW. Syaratnya setiap RW masyarakatnya mengadakan kerjabakti didukung dengan tong sampah di masing-masing RT. “Kami akan buat kompetisi dengan catatan mereka harus punya bank sampah. Satu RW warganya harus bersih-bersih di lingkungan nanti akan dinilai,” paparnya.

Adapun bagi pemenangnya akan diumumkan dalam hari-hari besar berikutnya seperti hari pangan sedunia atau hari bumi dengan tujuanya untuk merayakan dan mengingatkan bahwa kehidupan ini perlu menjaga keseimbangan termasuk soal sampah. “Semarak kebersihan harus ditingkatkan memalui kompetisi. Dengan kompetisi warga akan sadar dan ikut menjaga lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Kabid DKPP Tangsel Yepi Suherman mengatakan peserta setidaknya hadir sebanyak 250 orang. Termasuk para camat, kepala SKPD turut hadir seperti Rahmat Salam Kepala BLHD, Warman Syanudin Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Program sampah ini didukung oleh semua lintas SKPD termasuk camat.

Dukungan camat sangat besar dalam persoalan sampah selama ini. jika tidak ada dorongan dari camat maka akan sulit untuk mengentaskan di masing-masing tempat. Tumbuh dan semangat komunitas yang ada di Tangsel harus didukung oleh banyak pihak, jika tidak didukung maka mereka akan lemas kembali dan tidak semangat lagi. “Harus didukung supaya semangat, sehingga masyarakat yang lain akan tergerak membentuk bank sampah di masing-masing RW. Dengan bank sampah akan mengurangi suplai sampah ke TPA Cipeucang,” imbuhnya. **aec