Dibeli Satu Lot, Saham Perdana EPAC Mentok di Titik Autorejection 148

Ilustrasi

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) langsung mentok di titik autorejection atas atau menguat 35 persen ke level Rp148 per saham.

Harga saham EPAC bernilai nominal Rp 50 per lembar yang ditawarkan Rp110 per saham tersebut langsung melonjak ke posisi Rp148 dengan volume transaksi sebanyak satu lot.

Sehingga, pada perdagangan hari ini nilai transaksi emiten ke-29 yang tercatat di BEI selama 2020 tersebut mencapai Rp14.800.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan yang bergerak di industri barang plastik untuk kemasan ini menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Baca :  Pertamina Mengapa Dijual?, Coba Belajar ke Papua

Dengan pencatatan perdana saham ini, maka Megalestari Epack tercatat sebagai emiten ke-694 di BEI.

Menurut Direktur Utama EPAC, Bahar pencatatan saham perseroan di BEI ini bertujuan untuk mendukung pengembangan, pertumbuhan dan kinerja EPAC.

“Epack Group adalah packaging solution provier pertama di Indonesia yang mempunyai kemampuan produksi multi-platform,” kata Bahar saat seremoni virtual pencatatan perdana saham EPAC di BEI Jakarta, Rabu (1/7).

Melalui IPO tersebut EPAC menawarkan sebanyak 250 juta lembar Saham Biasa Atas Nama atau sebanyak 7,57 persen dari jumlah modal disetor perseroan setelah IPO yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel EPAC.

Sehingga, pada aksi korporasi ini perseroan mampu meraih dana publik sebesar Rp27,5 miliar.

Baca :  Listing Perdana, Harga Saham KMDS dan SCNP Mentok di Titik Autorejection Atas

Rencananya, dana hasil IPO itu akan digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi sebesar 76,06 persen.

Site project digital EPAC masih dalam tahap penyelesaian dengan progres 80 persen.

Sedangkan, sebesar 23,94 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja.