Dicatat di Papan Akselerasi, Harga PLAN Mentok pada Batas Atas Autorejection

Ilustrasi

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) langsung bergerak ke titik autorejection atas atau menguat 9,8 persen ke level Rp123 per saham di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah, meski sempat dibuka menguat 0,14 persen ke level 5.169.

Harga saham PLAN bernilai nominal Rp80 per lembar yang ditawarkan Rp112 per saham tersebut langsung melonjak ke posisi Rp123 hanya dengan sekali transaksi dan volume transaksi tercatat cuma satu lot.

Sehingga pada awal Sesi I perdagangan Selasa (15/9), nilai transaksi emiten ke-46 yang sahamnya tercatat di Papan Akselerasi BEI selama 2020 tersebut mencapai Rp12.300.

Baca :  KOPITU Kembangkan Riset Probiotik untuk Kesembuhan Pasien Covid-19

“Langkah perusahaan masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan, tata kelola dan pengembangan bisnis untuk lebih baik lagi,” kata Direktur Utama PLAN, Antonyo Tanujaya saat seremoni pencatatan saham PLAN di BEI, Jakarta, Selasa (15/9).

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan bintang tiga ini menunjuk PT Indocapital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dengan pencatatan perdana saham ini, maka PLAN tercatat sebagai emiten ke-710 di BEI.

Planet Properindo melepas saham ke publik sebanyak 267.856.800 lembar atau setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan harga penawaran senilai Rp112 per saham, maka melalui IPO ini ENZO mampu meraup dana masyarakat sebesar Rp30 miliar.

Baca :  SJR: Jokowi Harus Segera Umumkan Darurat Nasional Covid 19

Rencananya, sebesar 80 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja dalam rangka pembangunan infrastruktur dan interior hotel pada area gedung seluas 3.105 meter persegi di Kelapa Gading Jakarta.

Sedangkan, sisanya untuk pengembangan bisnis baru di bidang konsultasi dan manajemen pengelolaan hotel bernama Spotel.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, PLAN juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 212.053.300 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru atau maksimal sebanyak 33,93 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO.

Setiap pemegang 24 Saham Baru PLAN berhak memperoleh 19 Waran Seri I secara cuma-cuma. Setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu Saham Baru PLAN yang bernilai nominal Rp80 per saham dengan harga pelaksanaan Rp130 per lembar yang dilakukan selama enam bulan.

Baca :  Telkom Group Bantu Robot Desinfeksi

Total hasil pelaksanaan Waran Seri I sebanyak-banyaknya Rp27,56 miliar.