Dirjen Pajak: Rasio Pajak Cenderung Stagnan

Dirjen Pajak, Suryo Utomo

JAKARTA-Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo, menegaskan keberadaan konsultan pajak sangat penting untuk mendorong kesadaran, menambah pengetahuan dan meningkatkan kepatuhan para Wajib Pajak.

Apalagi rasio pajak dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung stagnan.

“Konsultan Pajak merupakan mitra penting kami dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak. Dengan adanya kompleksitas bisnis dan juga semakin meningkatnya transaksi ekonomi, keberadaan konsultan pajak semakin diperlukan,” kata Suryo Utama saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional Perpajakan secara virtual dengan topik “Kebijakan Fiskal di Bidang Penerimaan Perpajakan dalam Menyikapi Kondisi Pandemi Covid 19” dalam Rangka memperingati HUT IKPI yang ke 55, IKPI di Jakarta, Jumat (28/8).

Seminar Webinar ini diikuti lebih dari 3000 peserta yang merupakan anggota IKPI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan tamu undangan lainnya.

Selain Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, pembicara webinar ini adalah Pande Putu Oka. Kusumawardani (Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan) dan Ihsan Priyawibawa (Direktur Potensi, Kepatuhan, Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak).

Suryo menambahkan, DJP bersama Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) selama ini juga sudah menjalin kerja sama dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang perpajakan.

Kerja sama dilakukan melalui kegiatan bersama dalam bentuk seminar, sosialisasi, penelitian, dan lainnya.

Setiap tahunnya, IKPI juga ikut mendukung layanan Pojok Pajak untuk membantu wajib pajak dalam mengisi SPT Tahunan dan konsultasi perpajakan.

“Kami berharap kerja sama ini bisa terjalin semakin erat, dan kita bisa semakin bersinergi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat untuk mencapai misi pengumpulan pajak yang optimal dan berkelanjutan,” kata Suryo.

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) sebagai asosiasi konsultan pajak terdaftar dengan anggota saat ini berjumlah 5.068 merupakan mitra Direktorat Jenderal Pajak dalam melaksanakan sosialisasi peraturan dan pembinaan terhadap Wajib Pajak.

Saat ini IKPI dipimpin oleh Mochamad Soebakir yang terpilih menjadi Ketua Umum IKPI untuk Periode 2019-2024 melalui Kongres IKPI ke XI di Batu, Jawa Timur yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Agustus 2019. Jabatan ini merupakan periode yang kedua dimana periode pertama beliau terpilih secara aklamasi melalui Kongres IKPI ke X di Makassar tahun 2014.

Mekanisme roda organisasi IKPI dijalankan dengan sistem yang tertata rapi di bawah pengawasan Pengawas IKPI yang dipimpin oleh Bapak Sistomo sebagai Ketua Pengawas yang terpilih untuk periode 2019-2024 melalui Kongres IKPI ke XI di di Batu, Jawa Timur.

Pada tanggal 28 Agustus 2020 IKPI merayakan ulang tahunnya yang ke 55.

Tanggal 27 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah bagi seluruh anggota IKPI, hal ini berawal pada tanggal 27 Agustus 1965 melalui para inisiator yaitu J. Sopaheluwakan, Drs. A. Rahmat Abdisa, Erwin Halim, dan A.J.L. Loing dibentuk organisasi Konsultan Pajak. Pada tanggal tersebut, Drs. Hidayat Saleh, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pembinaan Wilayah, ditunjuk selaku Ketua Kehormatan.

Kongres pertama dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 1975, disepakati nama perkumpulan adalah Ikatan Konsulen Pajak Indonesia.

Selanjutnya pada Kongres tanggal 21 Nopember 1987 di Bandung, nama perkumpulan diubah menjadi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia dan disingkat menjadi IKPI.

Mengambil tema HUT ke 55 IKPI “ Transformasi IKPI menjadi kuat dan modern,” IKPI sebagai pelopor asosiasi konsultan pajak di Indonesia yang mempunyai anggota terbesar terus melakukan perbaikan sebagai bentuk transformasi IKPI menjadi kuat dan modern dalam mewujudkan asosiasi konsultan pajak yang mandiri dan profesional, bersinergi, responsif dan berkarya untuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Panitia perayaan HUT ke-55 IKPI dipimpin Lisa Purnamasari yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Pendidikan Pengurus Pusat IKPI Periode 2019-2024.

IKPI selalu mendorong anggotanya untuk menjadi Konsultan Pajak yang profesional, bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam memberikan jasa perpajakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, sehingga dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat pada umumnya dan Wajib Pajak pada khususnya sebagai wujud nyata dari 3 tujuan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar IKPI yakni:

1.Menjaga keluhuran martabat serta meningkatkan mutu profesi Konsultan Pajak dalam rangka pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara;

2.Mengawal dan mengupayakan agar pelaksanaan undang-undang perpajakan dan peraturan perpajakan berlaku dengan adil dan berkepastian hukum; dan

3.Memupuk dan mempererat rasa persaudaaran serta rasa kekeluargaan antar anggota untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan anggota.

Untuk menjawab tantangan di atas IKPI terus melakukan investasi sarana dan prasarana peralatan yang modern untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan (PPL) bagi para anggotanya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.03/2014 secara rutin dengan materi yang bervariasi.

Tujuannya tidak lain adalah untuk memudahkan para anggota dan masyarakat dalam memilih materi sesuai dengan kebutuhannya.

Kegiatan PPL ini dipusatkan di Gedung IKPI Pejaten, Jakarta selatan.

Disamping kegiatan PPL, IKPI juga menyelenggarakan Kursus Sertifikasi Konsultan Pajak Brevet A&B, Brevet C dan Kursus Ahli Kepabeanan yang dapat diikuti oleh anggota dan masyarakat umum yang diselenggarakan di Gedung Pusdiklat IKPI Fatmawati Jaksel yang baru dibuka pada bulan Juni 2020.

Gedung Pusdiklat IKPI dilengkapi dengan ruang kelas yang nyaman dan modern dengan metode tatap muka dan daring (online) untuk menjangkau anggota dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Dengan mengikuti dan menerapkan perkembangan teknologi informasi, kondisi pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi IKPI untuk menjaga dan meningkatkan mutu serta kualitas anggotanya.

Hari ini ulang tahun yang ke-55 IKPI juga dimeriahkan dengan soft launching website layanan mandiri IKPI sebagai sarana informasi dan layanan mandiri untuk seluruh anggota IKPI dalam memenuhi hak dan kewajibannya sebagai anggota asosiasi secara daring (online) sehingga layanan terhadap anggota dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan responsif.

Laman www.ikpi.or.id diharapkan akan memberikan sumbangsih pemikiran dan pencerahan perpajakan kepada masyarakat melalui fitur peraturan perpajakan, forum diskusi, artikel, berita pajak, resensi buku, dan klinik pajak secara probono dalam mewujudkan 3 (tiga) tujuan asosiasi IKPI tersebut di atas.