Disayangkan, BUMN Strategis Tak Fokus Berbisnis

Deddy Y Sitorus

JAKARTA-Kinerja BUMN Strategis menjadi sorotan dan kritikan para legislator. Pasalnya, BUMN ini tidak fokus dalam membangun dan mengembangkan bisnis, terutama dalam mendukung akselerasi dan modernisasi kegiatan perekonomian nasional.

“Jangan sampai BUMN Strategis ini hanya berpikir yang ‘high tech’ saja, sebab sebagai agent of development BUMN harus mampu memberikan jawaban bagi kebutuhan nasional,” kata anggota Komisi VI DPR RI Deddy Sitorus di Jakarta, Kamis (13/2/2020)

Lebih lanjut anggota Fraksi PDIP mengusulkan agar antar BUMN terjadi saling kolaborasi, termasuk dengan Kementerian terkait. Hal ini untuk mendukung penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat dan dunia usaha yang berperan sebagai ujung tombak ekonomi.

“Jangan sampai kita terus abai sehingga untuk cangkul saja kita masih tetap harus impor,” ujarnya.

Baca :  Intan Fauzi: RUU Omnibus Law Harus Memberikan Perlindungan Kuat Bagi Pekerja

Deddy meminta BUMN memberikan laporan tentang produk-produk yang sudah diproduksi dengan harga. Sehingga instansi atau lembaga lain bisa menaham impor dari luar negeri, seperti di bidang persenjataan atau lokomotif kereta api.

“Tolong disampaikan apa adanya, karena kita punya tugas membantu menyeimbangkan neraca perdagangan,” ucapnya.

Legislator dari Dapil Kaltara ini mendorong Kementerian BUMN memainkan peran sebagai fasilitator untuk menciptakan ekosistem industri yang bermanfaat bagi rakyat.

“Terutama dalam bidang pertanian dan agroindustri serta industri kelautan,” paparnya.

Deddy menyoroti perlunya pembahasan rencana pembuatan spur (kereta mini) untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju tempat pengumpulan atau jalan besar.

“Bayangkan, sawit saja kita punya luas lebih dari 16 juta hektare, kalau bisa diintervensi dengan teknologi pengangkutan hasil produksi pertanian yang terjangkau dan andal tentu akan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi,” ungkapnya.

Baca :  Penggunaan Bio Energi Jangan Ganggu Program Mobil Listrik

Dengan pemanfaatan teknologi sederhana itu, sambungnya, akan menghemat triliunan rupiah dari investasi dan perawatan truk pengangkutan yang masih 100 persen impor, dan menghemat biaya pembuatan jalan desa serta jalan usaha tani di seluruh Indonesia.

Hal yang sama juga terjadi bila BUMN Strategis mampu menciptakan drone bagi proses pemupukan perkebunan.

“Bisa dibayangkan efisiensi yang terjadi kalau belasan juta hektare itu bisa dipupuk menggunakan drone,” pungkasnya.