Dorong UKM Naik Kelas, BOP LBF Gelar Workshop Go Digital Labuan Bajo

LABUAN BAJO-Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) berkomitmen mendorong pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Labuan Bajo.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, yaitu dengan inisiatif BOPLBF menggelar Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata di Exotic Komodo Hotel di Labuan Bajo, Sabtu (4/5).

Direktur Bidang Industri dan Kelembagaan BOP Labuan Bajo Flores, Jarot Trisunu menjelaskan, Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata bertujuan memberi bekal teknologi bagi pelaku sektor UKM agar naik kelas sehingga bisa bersaing dengan UKM di kawasan ASEAN.

Di kawasan ASEAN jelasnya, Indonesia merupakan Negara yang dengan jumlah UKM/UMKM terbesar sejak tahun 2014.

Data BPS 2014 menyebutkan UMKM di Indonesia memiliki 57,89 juta unit atau 99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional. Meski demikian jumlah tersebut masih dibawah angka target wirausaha yang idealnya minimum 2 persen dari jumlah penduduk.

Secara prosentase, jumlah wirausaha tersebut masih kalah dibandingkan Singapura sebesar 7 persen, Malaysia 5 persen atau Thailand 4 persen.

“UKM/UMKM memiliki peran sangat penting dan strategis dalam mencapai tujuan kesejahteraan bangsa,” jelas Djarot di Labuan Bajo, Sabtu (4/5).

Turut hadir dalam kegiatan workshop ini Ibu Maria Aloisia Malung Daduk, S.Pd.; istri Bupati Manggarai Barat, Wis Dula, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Azkar DG Kamis dari Google Gapura Digital dan Agususanto Firmansyah dari Komunitas Fotografi Labuan Bajo.

Workshop yang digelar sehari ini mengikutsertakan 60 UKM, antara lain: Coffee Mane, Pork and Chicken Satay, Komodo Snacks, Mikisu Catering, Indo Latifa Oleh-Oleh Khas Komodo, serta UKM pengolahan perikanan, UKM tenun dan aksesoris kedaerahan.

“Melalui Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata ini, kami berharap dapat memperkuat UKM yang hadir terutama tentang bagaimana melempar produk-produk yang dihasilkan melalui pasar digital, melalui branding yang kuat dan kontinuitas, serta bisa melahirkan ide-ide bisnis digital baru khususnya di bidang pariwisata,” ujarnya.

Menurut Jarot, hingga saat ini kontribusi UKM bagi perekonomian nasional sangat besar. Bahkan keberadaan UKM menjadi lokomotif perekonomian kita saat ini.

“Disaat kegiatan ekonomi dengan skala besar mengalami perlambatan, UKM kita masih tetap kokoh dan terus tumbuh,” jelasnya.

Lebih lanjut Djarot menjelaskan, keberadaan Labuan Bajo sebagai satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) memberi peluang makin luas dan terbuka bagi tumbuh dan berkembangnya industri UKM.

“Saya kira, di era industri 4.0 ini, digitalisasi UKM menjadi sebuah keharusan yang tak terelakkan. Hal ini penting agar UKM kita bisa bersaing,” terangnya.

Jarot menyakini era industri 4.0 semakin memberi kemudahan akses digital. Karena itu, pengembangan dan penguatan SDM di bidang industri kreatif dan budaya pariwisata daerah menjadi faktor pendukung bagi tumbuh dan berkembangannya sektor UKM.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya telah mencanangkan program go digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar.

Sementara itu, Direktur Utama BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina berkomitmen mendorong pelaku UKM di Labuan Bajo agar memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital khususnya dalam memasarkan produk UKM.

“BOPLBF hadir untuk memperkuat konten kearifan lokal sebagai aset budaya daerah. Salah satunya melalui UKM, agar pariwisata Labuan Bajo tidak hanya dikenal lokal tapi bisa go internasional, karena Labuan Bajo adalah destinasi dunia”, ujarnya(4/5).

Pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan, hingga saat ini telah melahirkan 8-9 juta pelaku UKM. Dengan demikian konsep go digital diharapkan lebih kuat lagi mendorong sektor industri UKM untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan industri pariwisata yang berkelanjutan, serta makin memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya.