DPR Tantang Jokowi Berani Bubarkan KPK

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan sudah ada kesepakatan di DPR bahwa keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dibubarkan. Alasannya, peran lembaga anti rasuah ini sudah melenceng dari tujuan pendirian awalnya. Saat ini tinggal menunggu keberanian sikap Presiden Jokowi untuk membubarkannya. “Pidato Ibu Megawati pada Hari Konstitusi tentang KPK sudah jelas, kalau KPK harus dibubarkan.Makanya kalau Jokowi tidak terhentak dengan pidato tersebut, maka ada sesuatu yang salah,” katanya dalam diskusi “Menimbang Eksistensi KPK” di Jakarta, Kamis (20/8).

Oleh karena itu, lanjut Fahri, Presiden Jokowi jangan lagi memikirkan pencitraan, tapi bagaimana memikirkan kepentingan besar bangsa ini.

Fahri pun membandingkan sikap KPK yang tidak berani menanggapi pernyataan Megawati tersebut dengan pernyataannya yang sempat dilontarkannya pada 2011 lalu tentang pembubaran KPK. ”Dulu ketika saya usulkan mereka ngamuk-ngamuk, tapi ketika seorang ibu menegur, mereka pun santun,” tambahnya.

Dia pun mengungkapkan para pendukung KPK seperti pahlawan kesiangan, tiba-tiba muncul seperti orang suci. Pimpinan KPK menurutnya seharusnya sadar dan memperbaiki diri karena kalau tidak tegas Fahri maka kejadian dimana pimpinan KPK menjadi terpidana akan terus kembali terulang. “Mereka harusnya sadar, Antasari kena, Samad kena, Ruki dulu pertama juga hampir kena sekarang masuk lagi. Hati-hati kualat pada bangsa ini,” jelasnya

KPK pun dimintanya untuk tidak mengajarkan moralitas pada bangsa ini karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermoral. KPK tegasnya cukup memperbaiki cara kerjanya. Jika cara kerja KPK benar maka akan jadi energy, tapi kalau dzolim seperti yang mereka praktekkan selama ini dengan merekayasa alat bukti dan menyalahgunakan penyadapan maka tentunya akan ada balasannya.
“KPK tidak perlu ajarkan moralitas pada bangsa ini karena bangsa ini sudah bermoral. Coba saja lihat orang yang berpuasa, meski bisa minum dan makan sembunyi-sembunyi, tapi tidak mereka lakukan. Jadi jangan ajarkan bangsa ini mengenai moral,” tandasnya.