Ekonomi Global Melambat, Kinerja Keuangan Banyuwangi Malah Kinclong

Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas

BANYUWANGI-Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengungkapkan tantangan berat saat ini adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang inklusif. Oleh karena itu program dan konsep pariwisata berbasis warga terus didorong.

“Konsep pariwisata berbasis warga itu melalui pasar-pasar wisata kuliner berbasis rakyat,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, (26/1/2020).

Lebih jauh Anas mengklaim perekonomian daerahnya mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding daerah lain yang ada di wilayah bekas Keresidenan Besuki yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo, bahkan juga dengan Lumajang.

“Alhamdulillah, di tengah perlambatan ekonomi, Banyuwangi terus mencatatkan kinerja positif,” ujarnya.

Diakui Anas, tantangan ke depan adalah menjaga tren pertumbuhan ekonomi saat ini. Apalagi Indonesia dihadapkan pada ancaman perlambatan ekonomi dunia yang pasti berdampak ke ekonomi nasional.

Baca :  Menangkal “Virus Panik” di Tengah Pandemi

Demikian pula sektor pertanian, lanjutnya, pihaknya berharap sejumlah sentra ekonomi baru yang tumbuh.

“Karena investasi industri kereta api dari PT INKA, Marina Pantai Boom, Jatim Park, hingga kehadiran hotel-hotel berbintang baru ikut mempercepat ekonomi Banyuwangi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menggelar Forum Koordinasi Pimpinan Perbankan di Banyuwangi. Kepala Kantor Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo menyampaikan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2019 memang diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5,86 persen dibanding 5,84 persen pada 2018.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi ini paling bagus dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di wilayah Eks Keresidenan Besuki-Lumajang (Sekar Kijang), dan inflasi Banyuwangi juga terkendali di level 2,32 persen pada 2019.

Baca :  PUPR Ajak 15 Bank Pelaksana Kucurkan Subsidi FLPP Syariah

Menurut Hestu, dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan Banyuwangi tersebut ditopang oleh terjaganya konsumsi masyarakat. Sementara dari sisi penawaran, kinerja sektor utama yang meliputi pertanian, perdagangan dan industri juga turut mengalami peningkatan di tengah terjaganya konsumsi.

“Hal ini dapat dilihat dari data pertumbuhan penyaluran kredit kepada tiga sektor tersebut di Banyuwangi, misalnya, penyaluran kredit kepada sektor pertanian yang tumbuh 20,96 persen, kredit sektor perdagangan tumbuh 5,77 persen, juga kredit sektor industri pengolahan yang tumbuh 4,90 persen,” ujarnya.

Hestu menambahkan, kinerja investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Banyuwangi, misalnya realisasi investasi proyek infrastruktur pemerintah, dan investasi swasta, seperti pembangunan pabrik kereta PT INKA, Marina Pantai Boom dan hotel-hotel berbintang. 

Baca :  Jatim-RRT Bertekad Tingkatkan Kerja Sama Bilateral

“Meningkatnya investasi yang masuk ke Banyuwangi turut memicu pertumbuhan ekonomi daerah ini. Pastinya ini tak lepas dari iklim kondusif daerah yang didukung dengan kemudahan perizinan. Pada 2020, perekonomian Banyuwangi diprediksi masih akan tumbuh stabil,” kata Hestu.