Fundamental Baik, Rupiah Tahun Depan Menguat

JAKARTA-Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi beberapa hari terakhir diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia sangat baik. “Dengan fundamental ekonomi kita, dengan perbaikan ruang fiskal kita ya moga-moga untuk di Indonesia itu tidak berjalan lama. Mulai tahun depan moga-moga sudah mulai baik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menghadiri Rapat Kerja Pelaksana BPK, di Kantor pusat BPK, Jakarta, Selasa (16/12).

Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pada Selasa (16/12) sore  di posisi Rp 12.722 per dollar AS. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah tercatat pada angka Rp 12.900 per dollar AS.

Baca :  Presiden Jokowi ke Singapura Gunakan Biaya Sendiri

Presiden Jokowi mengemukakan, menguatnya nilai dollar AS merupakan dampak dari adanya penarikan dollar balik ke Amerika Serikat. Akibatnya,  rupiah  terkesan melemah, demikian juga  mata uang negara lain.

Menghadapi situasi saat ini, Presiden Jokowi menginstruksikan  semua pihak untuk mengerem impor, dan mendorong kalangan industri untuk menggenjot ekspor. “Memang jalan yang paling baik adalah itu (meningkatkan ekspor). Meskipun sudah ada intervensi dari BI (Bank Indonesia) dalam beberapa waktu terakhir,” paparnya.

Presiden Jokowi berharap dalam jangka panjang untuk neraca perdagangan agar mencatatkan surplus, dengan mendorong industri ini melakukan kegiatan ekspor dan mengurangi barang impor.