Ganjar: Kita Menolak Dibawa Mundur ke Masa Sebelum Reformasi

Wednesday 27 Mar 2024, 6 : 33 pm
Ganjar-Mahfud
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) siap mengikuti sidang perdana perselisihan hasil pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (27/3/2024).

JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa gugatan yang diajukan oleh Ganjar-Mahfud di Mahkamah Konstitusi (MK) lebih dari sekadar mengenai kecurangan dalam setiap tahapan pemilihan presiden 2024.

Hal tersebut disampaikan Ganjar dalam sambutan pembukaan di sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (27/3/2024).

Bertindak sebagai pemimpin sidang adalah Hakim MK, Suhartoyo.

“Hari ini kami menggugat. Dan, lebih dari sekadar kecurangan dalam setiap tahapan pemilihan presiden yang baru lalu, yang mengejutkan bagi kita semua dan benar-benar menghancurkan moral adalah penyalahgunaan kekuasaan” ungkapnya.

Berbagai penyalahgunaan kekuasaan antara lain, pemerintah menggunakan segala sumber negara untuk mendukung paslon tertentu, dan aparat keamanan digunakan untuk membela kepentingan politik pribadi.

“Maka itulah saat bagi kita untuk bersikap tegas bahwa kita menolak semua bentuk intimidasi dan penindasan. Kita menolak dibawa mundur ke masa sebelum reformasi. Kita menolak pengkhianatan terhadap semangat reformasi,” imbuhnya.

Ganjar menegaskan pihaknya menggugat sebagai bentuk dedikasi untuk menjaga kewarasan, untuk menjaga agar warga tidak putus asa terhadap perangai politik kita, dan untuk menjaga impian semua warga negara tentang Indonesia yang lebih mulia.

“Dan, bagi kami, itu impian yang harus kita kejar agar setiap langkah kita meninggalkan jejak tak terlupakan bagi masa depan yang lebih baik.”

Dia menjelaskan, pada satu titik perjalanan bangsa Indonesia, seluruh warga negara pernah disatukan dengan semangat yang sama untuk melakukan reformasi pada 1998.

Hal itu, untuk memperjuangkan hal yang sangat esensial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk mengoreksi pemerintahan yang saat itu dianggap sangat melenceng, membelenggu kebebasan warga, menebar ketakutan dan menjauhkan negara ini dari cita-cita luhurnya.

Ganjar mengungkapkan, sebagian besar warga Indonesia tahu bahwa reformasi bukanlah sesuatu yang didapatkan cuma-cuma. Banyak saudara, kerabat, dan sahabat yang menjadi korban.

“Mereka mengikhlaskan hidup mereka agar negara ini dijalankan dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada warga negara oleh pemerintahan yang mampu memikul amanat proklamasi,” ujar Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar menegaskan akan selalu menghormati mereka yang telah merelakan hidup demi memperjuangkan reformasi untuk menegakkan hukum dan demokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

erilisan ini menyoroti bagaimana produk dan solusi tersebut dirancang untuk membentuk infrastruktur digital dekade berikutnya

Huawei Perkenalkan Tujuh Inovasi Dalam Infrastruktur Digital

TIONGKOK-Bersamaan dengan digelarnya HUAWEI CONNECT 2021, Huawei kembali menghadirkan terobosan

MTDL Raih Laba Rp121,6 Miliar di Kuartal-I, Liabilitas Naik Jadi Rp2,89 Triliun

JAKARTA-PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) selama tiga bulan pertama tahun