Genjot Laba Operasi, KIAS Fokus Tekan Biaya Produksi

ILustrasi

JAKARTA-Guna meningkatkan laba operasi dalam upaya menekan rugi bersih di 2020, PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) akan lebih konsentrasi pada pengurangan biaya produksi, terutama merekondisi mesin dalam upaya meningkatkan laba operasi dan efisiensi produksi.

Fokus KIA Ceramics dari sisi produksi untuk kegiatan usaha di 2020 tersebut disampaikan manajemen KIAS dalam Laporan Tahunan 2019 yang dipublikasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (19/6).

“Dalam menghadapi persaingan di industri keramik, perseroan fokus pada pengembangan produk yang bernilai tambah (HVA products), terutama KIA HD dengan sasaran pasar di segmen menengah ke atas,” demikian disebutkan manajemen KIAS.

Sementara itu, untuk meningkatkan daya.saing dan daya tarik konsumen, KIAS juga akan terkonsentrasi pada keindahan desain produk yang tetap menjaga kualitas. 

Baca :  Kerugian KIAS di Kuartal Pertama Turun Jadi Rp6,75 Miliar

“Untuk meningkatkan volume penjualan, perseroan memperkuat jaringan distribusi, meningkatkan kualitas, memberikan banyak pilihan motif, tekstur dan warna, serta menawarkan ukuran lebih besar yang sesuai dengan kecenderungan permintaan pasar”.

Sepanjang 2019, total pendapatan KIAS menurun menjadi Rp735,07 miliar dari Rp875,96 miliar di 2018.

Sedangkan, beban pokok pendapatan di 2019 tercatat mencapai Rp794,27 miliar dan beban penurunan nilai aset tetap mencapai Rp264,08 miliar dari sebelumnya yang tidak memiliki beban penurunan nilai aset tetap.

Dengan demikian, pada tahun lalu KIAS mencatatkan rugi kotor sebesar Rp323,29 miliar dengan rugi usaha yang mencapai Rp505,8 miliar.

Maka, rugi bersih di sepanjang 2019 tercatat menjadi Rp494,43 miliar atau lebih tinggi dari kerugian di 2018 yang senilai Rp79,21 miliar.

Baca :  Kembalikan Kapasitas Pabrik, Essenza Gunakan Mesin Italia

“Rugi bersih di 2019 itu naik 524 persen dibanding 2018, terutama berasal dari beban penurunan nilai aset tetap sebesar Rp264,08 miliar dan pembayaran pesangon sebesar RpIDR99.9 miliar,” sebut manajemen KIAS.

Sementara itu, per 31 Desember 2019 jumlah liabilitas KIAS menurun 7 persen (year-on-year) menjadi Rp326,11 miliar, sedangkan ekuitas menurun 32 persen (y-o-y) menjadi Rp905,57 miliar.

Sehingga, per 31 Desember 2019 total aset KIAS tercatat menurun 28 persen (y-o-y) menjadi Rp1,23 triliun.