GP Ansor Babel Gelar Roadshow Pancasila dan Kebangsaan

“Dan saya berharap kedepannya akan selalu tercipta situasi seperti ini yang kita harapkan dalam naungan kebhinekaan yang termakna dalam Pancasila itu sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, menguatkan diri dalam ke-Indonesiaan harga mati. “Saya hanya mengingatkan kembali bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, agama. Dengan keberagaman tersebut disatukan dalam wadah NKRI,” tegasnya.

“Sembilan desa, mungkin antar desa budayanya berbeda-beda. Dengan dukungan masyarakat yang hingga hari ini masih aman. Jangan sampai perbedaan menjadi isu memecah belah kebhinekaan kita khususnya kecamatan Bakam selalu menjaga kerukunan ini,” terangnya.

Roadshow yang mengangkat tema menguatkan diri dalam Ber-Indonesia selanjutnya, dengan dengan pemateri internal GP Ansor Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Netta selaku ketua dewan penasehat GP Ansor Kepulauan Bangka Belitung dalam materinya menyampaikan dengan tegas,

Baca :  Mau Cuci Gudang, Ahok Wawancarai Langsung PNS Potensial

Catatan sejarah bangsa Indonesia terpatri, Berbahasa satu, bahasa Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Seolah-olah ini menjadi barometer bangsa kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Darwis pun menyampaikan, untuk selalu menciptakan persatuan dan kesatuan antar pemeluk agama,, suku, ras, yang ada di tengah-tengah masyarakat kita hari ini adalah bagaimana peran Pemerintah memberikan terus solusi bagi masyarakat yang akan menyatukan kesatuan. Dengan munculnya ideologi baru di negara kita tercinta ini, yang tidak sepaham dengan ideologi Pancasila, menjadi pemicu bagi kesatuan dan persatuan NKRI.

“Peran masyarakat ataupun kita sendiri bahwa kita sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan yang berdasarkan ideologi Pancasila sebagai pondasi bangsa yang tercinta ini, terus kita kawal tidak adanya munculnya tantangan-tantangan yang memicu perpecahan kita,” ulasnya.

Baca :  Jokowi Minta Partai Golkar Konsisten

Kegiatan diakhiri dengan diskusi bersama tentang kearifan lokal, ramah tamah antar kelompok masyarakat setempat kecamatan Bakam dengan narasumber dan kader GP Ansor Kepulauan Bangka Belitung.