Gubernur Koster ke Wishnutama: Jangan Ganggu Bali Dengan Wisata Ramah Muslim

Menurutnya, masyarakat Bali dengan kepariwisataannya dan juga budayanya itu sangat toleran dan membukan diri.

“Di Bali ini, kita tidak pernah melihat wisatawan itu agamanya apa, asalnya dari mana tapi betul betul wisatawan Bali ini sudah menyatu cair dalam satu wilayah yang ada di Bali ini tanpa melihat-lihat kelompok dari mana,” jelasnya.

Karena itu, Gubernur Koster menegaskan akan menolak pelabelan wisata ramah muslim. Jangan dirusak pariwisata Bali yang sudah bagus ini dengan penamaan unsur-unsur lain yang tidak sesuai dengan unsur Bali.

“Bali akan saya pertahankan sebagai pariwisata berbasis budaya dengan kearifan lokalnya. Tidak boleh ada embel-embel lain. Sudah terbukti, Bali ini menjadi wisata yang ramah terhadap siapapun juga,” ucapnya .

Baca :  Indonesia Rangking Pertama Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia 2019

“Tidak hanya ramah terhadap satu kelompok, golongan saja, akan tetapi ramah untuk semua golongan dari berbagai negara dan juga dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi menurut saya kalau toh Pak Menteri benar ngomong itu, statement itu menurut saya tidak tepat untuk diterapkan di Bali,” pungkasnya.