Gus Ipul Ajak Masyarakat Biasakan Berzakat

SURABAYA-Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf mengajak masyarakat Jatim untuk membiasakan berzakat dan berinfaq. Sebab, Islam telah menyiapkan formulasi dalam penanggulangan kemiskinan melalui zakat, infak dan sedekah. “Zakat dapat menjadi perekat masyarakat, sehingga tidak ada jurang pemisah antara si miskin dan si kaya. Dan Allah SWT yang memberi jaminan untuk memperlancar dan tidak akan memutus rejeki bagi orang yang rajin berzakat,” ungkap Gus Ipul sapaan akrabnya saat Buka Bersama 1000 anak yatim dan duafa yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim di H. Novotel, Surabaya (15/7).

Gus Ipul yang juga Ketum Baznas Jatim menyampaikan, anak-anak yatim tidak boleh berkecil hati menerima takdir sebagai seorang yatim. Karena sudah banyak contoh orang sukses yang dulunya adalah yatim piatu, bahkan Nabi Muhammad SAW juga anak yatim dan mencintai anak yatim.

Ia menambahkan, sudah selayaknya anak-anak yatim dan dhuafa bisa berbuka puasa bersama di hotel-hotel bintang lima, tidak hanya berbuka bersama di gedung biasa. “Semoga jumlah hotel yang ikut berpartisipasi semakin banyak untuk tahun-tahun ke depan,” harapnya.

Gus Ipul berharap semoga do’a anak-anak yatim yang dipanjatkan bisa membawa Indonesia memiliki pemimpin yang bisa membawa masa depan lebih baik. Karena do’a anak-anak yatim adalah doa yang diyakini sebagai doa yang dikabulkan Alloh SWT (mustajab).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengumpulan Sekretariat Baznas Jatim, Abdul Kholik mengatakan, kegiatan ini yang ketiga kalinya digelar dan berlangsung dengan sukses. “Kegiatan ini merupakan rangkaian buka puasa bersama 14.000 anak yatim dan dhuafa di 14 kota di Indonesia yang diselenggarakan oleh Baznas pusat dan Baznas provinsi,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan dengan mengirim doa untuk perdamaian dan kesucian Indonesia selama bulan Ramadhan seperti sekarang ini. “Selain berdoa untuk bangsa, anak-anak juga melantunkan doa untuk kedamaian dan keselamatan anak-anak Palestina. Bahkan, setelah melakukan doa bersama, mereka menerbangkan ratusa balon yang telah diikat dengan doa pada secarik kertas,” terangnya.

Selain diberikan makanan untuk berbuka puasa, para peserta juga diberi bantuan alat sekolah berupa tas dan kelengkapan alat tulis menulis serta uang saku. Semua bantuan yang diberikan bersumber dari para donatur yang terkumpul di Baznas Jatim. Dana yang terkumpul didistribusikan kepada orang-orang yang berhak menerima dengan mekanisme survei dan seleksi sesuai dengan syariat. (LITA)