H. Honardy Boentario: Peduli Alam, Juga Demi Kedua Putriku

Monday 11 Nov 2013, 7 : 02 pm
by

Tepat 8 November, lima puluh tahun lalu CEO PT Harapan Borneo Internasional (HBI) Honardy Boentario lahir sebagai anak keempat dari pasangan Boen Khie Hon dan Jap Soie Fa di Bangka. Sejak kelahirannya dia telah akrab dengan alam yang teraniaya oleh para penambang timah yang aksinya tak terkendali hingga hari ini. Pemandangan itu secara diam-diam terrekam dalam memory Honardy. Lalu secara perlahan ia menanam niat, bahwa jika suatu saat ia terlibat dalam dunia pertambangan, ia tidak akan menelantarkan alam. Ketika itu, sama sekali belum ada bayangan dalam pikiran Honardy, pada pertambangan apa dia akan bergelut kelak.

Honardy kemudian memang bergelut di bidang pertambangan, yakni pertambangan batubara. Ia langsung teringat niatnya. Sejak pertama masuk dalam dunia ini, dia langsung memikirkan reklamasi atau pemulihan atas lahan yang digali untuk penambangan batubara. Ia bahkan mendirikan PT. Hamparan Bumi Lestari yang secara khusus menangani pembibitan tanaman yang akan dipakai untuk melakukan reklamasi lahan bekas pertambangan. Luas lahan pembibitannya mencapai 4,5 HA. “Saya melakukan reklamasi bukan karena diwajibkan pemerintah, tapi karena dorongan dari dalam. Amat berdosalah saya jika saya meninggalkan alam yang hancur. Saya membayangkan saya akan mewariskan alam yang sama kepada dua putri saya. Masa mungkin saya tega mewariskan alam semacam itu?” tanya Honardy retoris.

Di bawah PT. Palajaran Jasa Utama, saat ini Honardy menguasai lokasi tambang sekitar 2.660, yang berada di tiga lokasi masing-masing seluas 2.200 hektar, 312 hektar, dan 148 hektar. Ketiga lokasi ini semuanya berada di Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Saat ini, PT. Palaran Jasa Utama telah pula dalam tahap akhirnya untuk menguasai lahan batu bara seluas 11.600 hektar yang terdapat di Kutai Timur. Batu bara yang dihasilkan oleh Palaran Jasa Utama umumnya dijual ke India, China, dan sedikit yang ke Eropa dan Jepang. 

Selain itu, Honardy memiliki PT. Mahakam Cool Terminal (MCT). MCT ini adalah perusahaan yang mengelola penyimpanan sementara batu bara sebelum akhirnya dikapalkan ke kapal tongkang atau kapal pengangkut batu bara yang tersedia. Saat ini PT. Mahakam Cool Terminal mempunyai dua terminal batu bara yaitu di Ambalut dan di Balik Buaya.

Honardy meyakini, kedua terminal ini akan memainkan peran yang cukup besar di masa depan, sebab menurutnya dalam 6 tahun lagi batu bara di sekitar Kota Samarinda akan habis dan lokasi penambangan batu bara akan bergeser makin ke hulu sungai Mahakam. Bergesernya pusat penambangan batu bara ini memiliki konsekwensi tersendiri, khususnya dalam proses jual beli.

Di sinilah ia merancang sebuah jenis bisnis baru. Ia berpikir bahwa, batu bara yang dikirim oleh para produsen ke pelabuhan batu bara (yang berada di muara Sungai Mahakam), biasanya tidak semuanya diterima oleh para pembeli. Biasanya ada yang ditolak dan harus diganti oleh produsen. “Sebagai contoh, misalnya pesanan pembeli 10.000 ton. Tapi setelah diperiksa yang layak ternyata hanya 8.000 ton. Mau tidak mau si produsen akan mencari 2.000 ton lagi untuk menggenapi jadi 10.000 ton. Mereka punya dua pilihan balik ke hulu Mahakam yang berarti makan biaya dan waktu (sedikitnya 20 jam), atau membeli di terminal terdekat. Nah, di sinilah fungsi terminal Ambalut dan Balik Buaya. Di terminal ini, ke depan akan saya sediakan banyak batu bara dalam beberapa jenis kalori. Para produsen itu bisa membeli kepada kami, meski harganya lebih mahal sedidikit, tapi mereka hemat waktu untuk memenuhi kekurangan kargo mereka. Ini bisa menjadi super market batubara,” jelas Honardy.

Dalam kerja kerasnya, Honardy tidak hanya berorientasi pada diri sendiri. Pelayanan atau pemenuhan kebutuhan hidup orang lain selalu menjadi orientasinya. Untuk itu ia selalu berusaha memperluas usahanya agar semakin banyak orang yang dapat ia pekerjakan dan semakin banyak pula orang mengalami hidup layak.

Ke depan, Honardy akan membawa perusahaannya go public. Hal utama yang ingin ia lakukan dengan go public adalah agar semakin banyak orang yang bisa ia layani melalui perusahaannya. Sambil berorientasi pada ketercapaian kualitas hidup semakin banyak orang, hal lain yang tidak lepas dari orientasi Honardy adalah kepedulian pada alam dan masyarakat sekitar tambang. Khususnya tentang yang terakhir, konkret terlihat dalam komposisi karyawan yang lebih dari 90 persen berasal dari masyarakat setempat. “Pokoknya, saya tidak mau mencari keuntungan sebesar-besarnya sambil mengorbankan alam dan manusia. Itu sangat penting untuk saya,” tegas pria beranak dua ini.

Untuk mensyukuri penyertaan Allah atas hidup dan karyanya, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-50 yang jatuh pada 8 November 2013, Honardy meluncurkan buku Biografinya berjudul Ikhlas adalah Kekuatanku; Memberi tanpa Cadangan di Sovereign Plaza, Cilandak, Jakarta Selatan. Buku tersebut ditulis oleh Emanuel Dapa Loka dan Celestino Reda, dengan kata pengantar dari mantan kepala BIN Dr. Ir. AM Hendropriyono.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Inilah Daftar 140 Fintech Yang Beroperasi Secara Ilegal

JAKARTA-Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan
bonus demografi

Bonus Demografi Jadi Momentum Lahirkan SDM Industri Berbasis Inovasi

JAKARTA-Pemerintah mencanangkan program prioritas pembangunan nasional ke depan adalah peningkatan