Hatta: Hampir Semua Target Ekonomi Tercapai

JAKARTA-Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, semua target pemerintah di bidang perekonomian dalam 5 (lima) tahun telah tercapai, kecuali target pencapaian lifting minyak yang masih belum terlewati. Pencapaian ini diukur berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan di awal masa pemerintahan. “Saya bisa jelaskan beberapa indikator-indikator, misalkan pembangunan pelabuhan itu melampaui target. Kemudian pembangunan bandara-bandara di seluruh tanah air melampaui target. Kemudian kondisi diseluruh jalan nasional yang harus mencapai kondisi 90%, itu juga mencapai target, pelebaran, peluasan jalan-jalan juga mencapai target,” kata Hatta kepada wartawan seusai Sidang Kabinet Paripurna diperluas di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (29/4).

Mengenai lifting minyak, Hatta mengemukakan, pemerintah mulanya memasang target 870 ribu barrel. Namun kemungkinan pada tahun 2014 ini baru tercapai 830 ribu barrel. Kelambatan ini, karena depletion, penurunan sumur-sumur tua. Yang kedua, terlambatnya Cepu. “Yang seharusnya kita sudah bisa mencapai produksi 1 juta barel pada akhir tahun 2014 ternyata mundur ke 2015,” papar Hatta seraya menyebutkan, tidak sepenuhnya itu tidak bisa kita capai hanya mengalami penundaan ke 1 juta barel. “Jadi nanti kita akan kembali ke 1 juta barel juga,” tambahnya.

Baca :  Abdilla Fauzi: Indonesia Bisa Jadi Sumbu Ekonomi Dunia

Adapun menyangkut elektrifikasi nasional, menurutnya, pemerintah menargetkan 80% sampai dengan akhir tahun 2014, dan saat ini elektrifikasi itu sudah mencapai 82%.

Demikian juga pembanguan listrik untuk renewable, kata Hatta, juga meningkat dengan meningkatnya penggunaan energi terbarukan, mulai masuknya biodiesel, kemudian PLTB, panas bumi, dan sebagainya.

Kemudian menyangkut dasar yang terkait dengan pangan, misalnya irigasi juga luasan sawah yang teririgasi, menurutnya, itu juga terus meningkat. “Ini juga sesuatu yang melebihi daripada yang menyangkut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” paparnya.

Namun diakui Hatta, masih ada pekerjaan-pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Misalkan tahun ini pemerintah menginginkan agar rencana Bukit Tinggi Plan of Action itu berjalan. Oleh karena itu, kata Hatta, pemerintah terus mengejar swasembada, terutama di daerah-daerah yang terkait langsung dengan produksi pangan. “Harus kita kejar. Terutama tantangannya adalah pada musim ektsrem, apakah nanti akan ada El Nino yang bersifat light, moderat, semuanya itu adalah ancaman terhadap produksi. Oleh sebab itu, tadi ditekankan betul agar pemerintah daerah, para gubernur mengantisipasi hal-hal seperti ini,” jelas Hatta.

Baca :  PNBP Dari Kasus Tilang Di Banten Capai Rp350 Miliar

Jalan Tol dan Pelabuhan

Dalam kesempatan itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menyinggung mengenai pembangunan jalur kereta api sepanjang 1089 kilometer sampai 2014. Ia menyebutkan, sampai saat ini pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan 1021 kilometer tambahan. Angka ini sebentar lagi masih ada tambahan jalan double track sepanjang 221 kilometer. “Jadi jauh melampaui target,” ujarnya.

Adapun jumlah bandara yang dikembangkan dan direhabilitasi, menurut Hatta, targetnya itu 285 per akhir 2013. Saat ini sudah mencapai 285.

Kemudian jalan tol, katanya kemungkinan terlambat, mestinya targetnya 1200 kilometer, saat ini baru mencapai 660 kilometer “Ini trans Jawa, baru trans Jawa,” paparnya.

Adapun jumlah rusunawa, kata Hatta, juga melampaui target, desa dan telekomunikasi juga melampaui target. Jumlah fasilitas pelabuhan utama pengumpul dan pengumpan yang dibangun dan ditingkatkan target 300, yang sudah ditingkatkan 370 poin seluruh Indonesian. “Melampaui kan? Makanya kita meningkat 17 poin infrastruktur kita dalam competitiveness index kita di 2013,” pungkas Hatta.

Baca :  Ada 41 Perusahaan Jasa Pos Dicabut Izinnya