Harun Masiku, Infiltran Kubu Demokrat??

Monday 17 Jun 2024, 10 : 52 pm
by
Saiful Huda Ems

Oleh: Saiful Huda Ems

 Semula saya menyangka kasus suap yang melibatkan Harun Masiku (HM) dan seorang oknum pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini besar sekali yang menyebabkan negara dirugikan sampai triliunan rupiah.

Namun ternyata hanya suap suap biasa dan sama sekali tidak ada kerugian negara. Memang, sungguh ironis.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan HM sebagai buron koruptor selama bertahun-tahun yang sampai hari ini belum juga ditemukan keberadaannya.

Yang mencuat justru nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Nama Hasto selalu diseret-seret ke dalam pusaran kasus suap HM ini.

Hasto Kristiyanto yang terkenal sebagai politisi idealis dan berintegritas itu memang dari dulu sangat susah sekali dicari-cari kesalahannya.

Baca juga :  "Soft Seeds for Hard Soils" Membangun NTT yang Mandiri dan Sejahtera

Bayangkan saja, jadi anggota DPR RI dan menteri saja tidak mau.

Dia lebih memilih membangun Partai.

Maka ketika Hasto semakin hari semakin kritis dan progresif revolusioner mengungkap kecurangan-kecurangan Pemilu 2024, melawan habis-habisan praktik nepotisme politik Presiden Jokowi, dan menggugat penghancuran lembaga-lembaga negara yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan kroni-kroninya, kasus suap recehan Harun Masiku yang hanya bernilai 400 juta rupiah dan sudah terkubur bertahun-tahun dihidupkan lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Pembubaran HTI Berdasarkan Fakta

JAKARYA-Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut
Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I-2021 senilai maksimal Rp3 triliun, surat utang ini akan terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A bertenor 370 Hari Kalender, Seri B bertenor tiga tahun dan Seri C bertenor lima tahun.

INKP Siap Rilis Surat Utang Bernilai Jumbo

JAKARTA–PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana menerbitkan