Hasil Investasi Naik 85,3%, Laba Bersih TUGU Melonjak Jadi Rp458,7 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA-Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mengumumkan, sepanjang 2019 perseroan mampu mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 84,1 persen (year-on-year) menjadi Rp458,7 miliar (audited) yang juga ditopang oleh peningkatan hasil investasi mencapai 85,3 persen.

Menurut Presiden Direktur TUGU, Indra Baruna saat pelaksanaan RUPS Tahunan Tugu Insurance untuk Tahun Buku 2019, pada tahun lalu perseroan mampu mencatatkan laba tahun berjalan (konsolidasian) sebesar Rp505,7 miliar atau bertumbuh 145,7 persen (y-o-y).

Sedangkan, laba bersih tercatat Rp458,7 miliar atau bertumbuh 84,1 persen.

“Kinerja Tugu Insurance yang bagus di 2019 tidak terlepas dari upaya perseroan untuk senantiasa mengelola risiko dengan prinsip kehati-hatian, baik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi,” kata Indra dalam keterangan resmi TUGU yang disampaikan melalui surat elektronik, Jakarta, Selasa (30/6) malam.

Baca :  Dana Nasabah Jiwasraya Dibayar Bertahap Setelah Holdingisasi

Indra menyebutkan, hingga akhir Desember 2019, TUGU mampu menghimpun premi bruto (konsolidasian) mencapai Rp6,4 triliun atau bertumbuh 26,5 persen (y-o-y).

“Peningkatan premi tersebut dikontribusikan terutama dari produk aviasi, kebakaran, aneka dan rekayasa hingga kendaraan bermotor,” ucap Indra.

Sementara itu, lanjut dia, kinerja hasil underwriting di 2019 meningkat 28 persen (y-o-y) dari Rp720,7 miliar menjadi Rp922,2 miliar.

Pada induk perusahaan, kinerja hasil underwriting juga meningkat, yakni sebesar 18,9 persen menjadi Rp656,9 miliar.

“Untuk meningkatkan hasil underwriting, kami telah melakukan pemetaan akun-akun yang memiliki hasil underwriting yang baik untuk dipertahankan. Kami juga memaksimalkan kapasitas retensi untuk risiko-risiko baik tersebut,” ucap Indra.

Khusus untuk produk kendaraan bermotor (motor vehicle) memberikan kontribusi pertumbuhan yang signifikan.

Baca :  Selesaikan Jiwasraya, Legislator Dorong Jalur Hukum Bersamaan Dengan Pansus

Premi dari produk kendaraan bermotor di 2019 meningkat 125,5 persen (y-o-y) menjadi Rp204,2 miliar, sedangkan hasil underwriting-nya meningkat 85,4 persen menjadi Rp45,8 miliar di 2019.

Indra mengatakan, peningkatan tersebut sejalan dengan implementasi strategi TUGU dalam mengembangkan sektor ritel melalui produk unggulan kendaraan bermotor roda dua, yakni “t ride” dan kendaraan bermotor roda empat “t drive”.

Dia menambahkan, peningkatan bisnis ritel yang mencapai dua kali lipat tersebut telah menjadikan Tugu Insurance sebagai Top 20’s dari perusahaan asuransi yang berfokus pada bisnis ritel kendaraan bermotor, dari sebelumnya berada pada peringkat Top 40-50‘s.

“Bisnis asuransi kendaraan bermotor berkontribusi positif pada hasil underwriting induk perusahaan dan merupakan tiga besar kontributor dari sisi Net Premium Written,” ucap Indra.

Baca :  DPR Desak Jiwasraya Bayar Polis Nasabah

Lebih lanjut Indra mengungkapkan, pada periode 31 Desember 2019, TUGU mencatatkan peningkatan hasil investasi (konsolidasian) mencapai 85,3 persen (y-o-y).

Hasil ini disumbang oleh peningkatan dana kelolaan dan suku bunga rata-rata investasi deposito, keuntungan kenaikan nilai efek-efek, serta peningkatan komposisi portofolio investasi instrumen keuangan dalam mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Per 31 Desember 2019, total aset TUGU tercatat Rp20,7 triliun atau meningkat dibanding posisi per 31 Desember 2018 yang senilai Rp17,4 triliun. Sedangkan, total ekuitas per akhir Desember 2019 sebesar Rp8,3 triliun atau bertumbuh 11,5 persen (y-o-y).

Adapun tingkat Risk Based Capital (RBC) TUGU tercatat 434 persen atau berada di atas batas minimum ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120 persen.