Huawei Luncurkan Tiga Solusi Penyimpanan Data Inovatif di Era AI

Kamis 14 Mar 2024, 2 : 48 pm
by
HUAWEI
President Huawei IT Product Line,  Peter Zhou

BARCELOLA-President Huawei IT Product Line,  Peter Zhou meluncurkan tiga solusi inovatif yang membantu operator telekomunikasi di seluruh dunia membangun infrastruktur data terbaik pada era kecerdasan buatan (AI).

Ketiga solusi itu yakni solusi AI data lake, solusi all-scenario data protection, dan solusi DCS full-stack data center.

Hal ini disampaikan Peter Zhou di sela-sela acara “Huawei Product and Solution Launch” yang sukses digelar di MWC Barcelona 2024.

Perkembangan pesat model large AI merealisasikan nilai tambah dari aset data, serta menjadi basis bagi kebangkitan data.

Pembangunan infrastruktur data pada era AI menemui dua tantangan.

Pertama, untuk memperoleh pengetahuan dari data, sumber data yang independen dan tersebar harus terkumpul pada pabrik data AI.

Tujuannya, mendapatkan nilai tambah dari data tersebut.

Hal ini sangat membutuhkan mobilitas data.

Kedua, data assetization tengah berkembang pesat. Waktu retensi rata-rata untuk data AI yang dianotasi dan data model kini mencapai lebih dari tiga tahun, bahkan beberapa corpus data yang berharga harus disimpan secara permanen.

Untuk menjawab tantangan ini, Huawei meluncurkan rangkaian produk dan solusi penyimpanan data yang inovatif agar operator telekomunikasi dapat membangun infrastruktur data unggulan pada era AI.

Solusi AI data lake mentransfer data masif ke aset penting: Solusi ini mencakup Data Management Engine (DME), knowledge generation tool chain terpadu (eDataMate), data fabric, serta solusi penyimpanan data dengan AI OceanStor A800 dan OceanStor A310.

Solusi ini menghadirkan data pelatihan AI mudah dilihat, dikelola, dan disediakan secara global.

OceanStor A800, solusi penyimpanan data NAS generasi baru yang berkinerja tinggi, menjadi landasan penyimpanan data dengan fitur AI yang canggih, memiliki arsitektur data and control plane separation, sistem parallel file berkinerja tinggi OceanFS, ekspansi fleksibel dan dua arah, serta fitur-fitur lain.

Seluruh fitur ini didesain agar mampu mendukung real-time hyper-cluster scheduling.

Solusi all-scenario data protection untuk memproduksi, mencadangkan, dan mengarsip data yang meningkatkan daya tahan aset data: Solusi ini memakai dua jenjang implementasi kolaboratif. Jenjang pertama adalah kolaborasi pencadangan-produksi data, mampu mencadangkan berkas kecil secara 90% lebih cepat dibandingkan solusi konvensional.

Solusi ini juga mendukung native-format data analytic. Jenjang berikutnya, kolaborasi cadangan-arsip data.

Dengan fitur post-deduplication tiering, solusi ini menghemat konsumsi pita lebar sebesar 80%.

Selain itu, Huawei juga melansir perangkat pencadangan data OceanProtect E8000 dan X9000, serta solusi penyimpanan data magneto-electric generasi baru OceanStor Arctic, didesain untuk warm data dan cold data.

Solusi penyimpanan data magneto-electric ini diperkirakan mampu menurunkan TCO sebesar 20% dibandingkan solusi tape, serta menghemat konsumsi listrik sebesar 90% dibandingkan solusi HDD.

Solusi DCS full-stack data center yang membantu operator telekomunikasi meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan IT: Solusi full-stack ini, dirancang dengan visualisasi dan kontainer, meliputi pengumpulan, penyimpanan, komputasi, manajemen, dan penggunaan data, serta menghadirkan infrastructure as a service (IaaS) dan platform as a service (PaaS) yang lengkap.

Menurut  Zhou, AI mendorong kebangkitan data sehingga mempercepat proses data assetization. Huawei Data Storage akan selalu berkomitmen menyediakan solusi penyimpanan data untuk seluruh skenario.

Dengan demikian, operator telekomunikasi dapat membangun infrastruktur data terbaik pada era AI.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Telan Rp160 Miliar, TPA Sampah Manggar Diresmikan Presiden

BALIKPAPAN-Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Suku Bunga Rendah Bisa Gerakkan Ekonomi

JAKARTA-Gerak pertumbuhan ekonomi nasional terhambat lantaran masih tingginya suku bunga.